Stevia vs Gula: Manakah yang Lebih Sehat?

Stevia, yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana, diklaim memiliki manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan gula biasa.

Fachri
Oleh Fachri - Reporter
Stevia vs Gula: Manakah yang Lebih Sehat?
Stevia vs Gula: Manakah yang Lebih Sehat? (Merdeka.com)

Ketika berbicara tentang pemanis, gula sering menjadi pilihan utama untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, stevia mulai mendapatkan perhatian sebagai alternatif gula yang dianggap lebih alami dan rendah kalori.

Stevia, yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana, diklaim memiliki manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan gula biasa, terutama untuk mereka yang ingin mengontrol asupan kalori atau kadar gula darah.

Namun, apakah stevia benar-benar lebih sehat dibandingkan gula?

Keunggulan Stevia

Stevia.
Ilustrasi stevia. DepositPhotos.com

Dilansir dari berbagai sumber, stevia memiliki banyak keunggulan yang baik untuk kesehatan dibandingkan gula. Apa saja?

Rendah Kalori

Stevia hampir tidak mengandung kalori, berbeda dengan gula pasir yang tinggi kalori. Ini sangat menguntungkan bagi mereka yang ingin mengontrol berat badan.Tidak Mengandung

Tak Mengandung Karbohidrat

Stevia tidak mengandung karbohidrat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah seperti gula pasir. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk penderita diabetes.

Pemanis Alami

Stevia diekstrak dari tanaman Stevia rebaudiana, menjadikannya pemanis alami tanpa bahan kimia tambahan (kecuali jika terdapat campuran bahan lain).

Lebih Manis

Stevia jauh lebih manis daripada gula pasir (200-300 kali lebih manis), sehingga dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit untuk mencapai tingkat kemanisan yang sama.

Kelemahan Gula Pasir

Gula Pasir.
Ilustrasi gula pasir. DepositPhotos.com

Tinggi Kalori

Gula pasir merupakan sumber kalori yang signifikan, berkontribusi pada peningkatan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Meningkatkan Gula Darah

Gula pasir meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, yang berbahaya bagi penderita diabetes dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Proses Pengolahan Kurangi Nilai Gizi

Gula pasir melalui proses pengolahan yang kompleks, dan beberapa proses tersebut dapat mengurangi nilai gizinya.

Apa Saja Efek Samping Stevia?

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di balik segala kelebihannya, stevia ternyata memiliki efek samping, lho. Ya, meski umumnya aman, stevia dapat menyebabkan efek samping pada beberapa orang seperti gangguan pencernaan (mual, kembung), pusing, dan reaksi alergi.

Konsumsi berlebihan juga berpotensi menimbulkan masalah ginjal, meskipun penelitian masih belum konklusif.

Selain itu, soal rasa, stevia memiliki rasa yang sedikit berbeda dari gula pasir. Beberapa orang mungkin merasa ada sedikit rasa pahit atau aftertaste.

Sekali lagi, meski lebih sehat, mengonsumsi stevia secara berlebihan tetap tidak dianjurkan. Karena rasa manisnya yang sangat tinggi, konsumsi berlebihan dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis lainnya.

Terakhir, stevia dapat berinteraksi dengan beberapa obat, terutama obat diabetes dan obat penurun tekanan darah. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter jika mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Bisa Jadi Alternatif

Stevia merupakan alternatif yang lebih sehat daripada gula pasir, terutama bagi penderita diabetes dan mereka yang ingin mengontrol berat badan.

Namun, penting untuk mengonsumsinya dengan bijak, memperhatikan potensi efek samping, dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengonsumsi obat-obatan.

Mengurangi konsumsi pemanis secara keseluruhan tetap merupakan pilihan paling sehat!

Rekomendasi