3 Jenis Olahraga yang Terbukti Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Kadar Gula, dan Kolesterol Menurut Dokter

Turunkan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol dengan tiga jenis olahraga yang direkomendasikan oleh dokter.

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
3 Jenis Olahraga yang Terbukti Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Kadar Gula, dan Kolesterol Menurut Dokter
Warga berolahraga sore di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (22/8/2021). TMII kembali dibuka mulai 06.00-18.00 WIB namun terbatas hanya untuk kegiatan berolahraga outdoor at (© 2025 Liputan6.com)

Menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pencegahan penyakit, tetapi juga melibatkan pembentukan kebiasaan sehat. Salah satu metode yang efektif untuk menurunkan kolesterol, serta mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, adalah dengan melakukan olahraga yang sesuai. Hal ini diperkuat oleh pengalaman pasien yang ditangani oleh dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, seorang Internist Konsultan Ginjal Hipertensi. Berikut ini adalah rekomendasi olahraga yang telah terbukti efektif, berdasarkan penjelasan yang dibagikan oleh Decsa di akun Instagram pribadinya, @dokterdecsa.

Kasus Pasien: Kelebihan Berat Badan dan Hipertensi

Seorang pria berusia 28 tahun dengan berat badan 100 kg datang dengan tekanan darah yang mencapai 170/90 mmHg. Dr. Decsa merekomendasikan penurunan berat badan secara bertahap melalui tiga jenis aktivitas utama: puasa, angkat beban, dan berjalan kaki. "Saya selalu menekankan pentingnya mencintai aktivitas tersebut, meskipun saya paham itu bisa terasa membosankan dan membuat malas," kata dr. Decsa. Hasilnya, dalam waktu satu bulan, tekanan darah pasien turun menjadi 155/70 mmHg, kemudian bulan kedua turun lagi menjadi 145/78 mmHg, dan akhirnya pada bulan ketiga mencapai 130/69 mmHg, semua ini tanpa penggunaan obat.

Pengaruh Berat Badan terhadap Tekanan Darah

Obesitas berkontribusi langsung terhadap peningkatan tekanan darah melalui tiga mekanisme utama:

  1. Overaktivasi Saraf Simpatis: Meningkatkan tekanan darah secara langsung.
  2. Peningkatan Hormon RAS (Renin-Angiotensin-Aldosteron Sistem): Memicu retensi natrium dan cairan di ginjal, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah.
  3. Peradangan dari Sel Lemak: Memicu pelepasan sitokin radang yang memperburuk kondisi pembuluh darah.

Dengan menurunkan berat badan, ketiga mekanisme ini dapat ditekan, sehingga tekanan darah juga akan menurun secara alami.

Aktivitas Fisik untuk Turunkan Gula Darah dan Kolesterol

Terbukti Manjur! 3 Olahraga Rekomendasi Dokter untuk Turunkan Tensi, Gula Darah, dan Kolesterol
Warga berolahraga sore di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (22/8/2021). TMII kembali dibuka mulai 06.00-18.00 WIB namun terbatas hanya untuk kegiatan berolahraga outdoor at © 2025 Liputan6.com

Selain tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol juga dapat dikendalikan melalui pola hidup yang sehat. Dr. Decsa berbagi kisah tentang seorang pasien yang sebelumnya mengalami pre-diabetes, pre-hipertensi, serta kolesterol tinggi. Dalam waktu tiga bulan, pasien tersebut mampu mengembalikan kondisi kesehatannya ke arah yang lebih baik tanpa menggunakan obat, hanya dengan melakukan latihan angkat beban empat kali seminggu dan berjalan sejauh 8.000 langkah setiap harinya.

"Yang penting dilakukan bertahap dan konsisten," ujar dr. Decsa. Meskipun pola makan pasien belum sepenuhnya sehat karena kecenderungan untuk makan, ia tetap meningkatkan konsumsi serat dan protein dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, metabolisme tubuh menjadi lebih baik, tekanan darah menjadi stabil, kadar gula darah terkontrol, dan kolesterol pun berkurang.

Lakukan Secara Bertahap dan Konsisten

Terbukti Manjur! 3 Olahraga Rekomendasi Dokter untuk Turunkan Tensi, Gula Darah, dan Kolesterol
Warga berolahraga sore di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (22/8/2021). TMII kembali dibuka mulai 06.00-18.00 WIB namun terbatas hanya untuk kegiatan berolahraga outdoor at © 2025 Liputan6.com

Untuk menurunkan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol, olahraga yang paling efektif adalah kombinasi antara puasa, angkat beban, dan berjalan kaki. Di samping itu, penting juga untuk menyesuaikan pola makan dengan cara meningkatkan asupan serat dan protein. Namun, yang terpenting adalah melaksanakan semua langkah ini secara bertahap dan dengan konsistensi. "Solusinya itu murah, hanya butuh kemauan dan pengorbanan. Ingat, kesehatan itu tidak bisa dibeli, jadi raih itu," pesan dr. Decsa.

Bagi Anda yang ingin memulai gaya hidup lebih sehat, tidak perlu melakukan perubahan yang drastis. Mulailah dengan langkah-langkah kecil, nikmati setiap prosesnya, dan jadikan kebiasaan sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan ketekunan, hasil berupa tubuh yang lebih sehat dan bugar akan menjadi sesuatu yang tak terhindarkan.

Rekomendasi