Waspadai Gula Darah Tinggi, Cirinya dari Gangguan Tidur hingga Mudah Merasa Emosi

Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi yang sering kali menjadi gejala pertama dari masalah kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes mellitus.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Waspadai Gula Darah Tinggi, Cirinya dari Gangguan Tidur hingga Mudah Merasa Emosi
Ilustrasi Kurang Tidur Credit: pexels.com/Andrea (© 2024 Liputan6.com)

Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi yang sering kali menjadi gejala pertama dari masalah kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes mellitus. Selain memengaruhi keseimbangan gula dalam tubuh, kondisi ini juga dapat berdampak pada kualitas tidur dan kestabilan emosi. Banyak orang yang mengabaikan gejala-gejala tersebut hingga akhirnya memicu komplikasi lebih lanjut.

Dalam unggahan Instagram dokter Decsa pada 26 Desember 2024, yang mendapatkan ribuan likes dan komentar, dijelaskan betapa pentingnya memperhatikan keluhan tubuh sebagai peringatan untuk menjaga kesehatan.

"Setiap keluhan tubuhmu adalah alarm yang harus segera diatasi. Jangan biarkan berlarut-larut," tulisnya dalam postingannya. Postingan ini mengajak kita untuk lebih peka terhadap gejala-gejala seperti gangguan tidur dan perubahan emosi yang sering disebabkan oleh lonjakan gula darah.

Hubungan Gula Darah Tinggi dengan Tidur yang Terganggu

Gula darah yang tinggi dapat mengganggu sistem saraf dan menyebabkan berbagai ketidaknyamanan fisik, terutama pada malam hari. Salah satunya adalah sering terbangun untuk buang air kecil, yang tentu saja mengganggu tidur nyenyak. Selain itu, ketidakseimbangan hormon akibat hiperglikemia memperburuk kecemasan dan ketegangan, yang pada akhirnya memicu insomnia.

Dokter Decsa mengungkapkan bahwa gangguan tidur yang dialami oleh seorang pasien wanita berusia 30-an tahun disebabkan oleh gula darah yang sangat tinggi, mencapai angka 400. Pasien tersebut merasa lelah sepanjang hari dan tidak segar setelah tidur.

"Penyebabnya ternyata adalah gula darah yang tidak terkontrol," ujarnya.

Perubahan Emosi yang Disebabkan Ketidakseimbangan Gula Darah

Fluktuasi gula darah yang tak terkendali dapat memengaruhi emosi secara signifikan. Seseorang dengan gula darah tinggi mungkin merasa mudah marah, cemas, atau tidak stabil secara emosional. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan kadar insulin, yang memengaruhi hormon stres seperti kortisol.

Gejala ini seringkali disalahartikan sebagai stres biasa. Padahal, bisa jadi ini adalah tanda ketidakseimbangan metabolisme yang lebih serius. Seorang pasien terkejut saat mengetahui bahwa gangguan tidur yang dia alami berkaitan langsung dengan gula darah tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa gula darah yang tidak terkontrol dapat mengganggu fase tidur yang paling penting, yaitu fase deep sleep, yang berperan besar dalam kualitas tidur.

Gejala Fisik Lainnya yang Mengiringi Gula Darah Tinggi

Selain gangguan tidur dan perubahan emosi, gejala fisik lain seperti sering haus, mudah lelah, dan kesemutan pada tangan dan kaki juga menjadi tanda peringatan gula darah tinggi. Sensasi kesemutan ini menandakan kerusakan saraf akibat lonjakan gula darah yang tidak terkendali.

Mengelola Gula Darah untuk Hidup Lebih Sehat

Untuk mengatasi gula darah tinggi, pola makan sehat menjadi langkah pertama yang penting. Mengurangi konsumsi gula tambahan dan karbohidrat sederhana, serta rutin berolahraga, dapat membantu mengatur kadar gula dalam darah. Memantau gula darah secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter juga penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Dokter Decsa mengingatkan untuk tidak mengabaikan setiap keluhan tubuh, terutama jika ada faktor risiko terkait diabetes. Mengadopsi gaya hidup sehat dengan tidur yang cukup, mengelola stres, dan memperbanyak serat dalam diet bisa sangat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Q: Apakah gula darah tinggi bisa menyebabkan insomnia?

A: Ya, lonjakan gula darah sering menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan frekuensi buang air kecil yang mengganggu tidur.

Q: Mengapa gula darah tinggi bisa memicu emosi yang tidak stabil?

A: Ketidakseimbangan insulin dan hormon stres seperti kortisol memengaruhi suasana hati dan menimbulkan kecemasan serta mudah marah.

Q: Apa makanan yang harus dihindari untuk menurunkan gula darah tinggi?

A: Hindari makanan tinggi gula tambahan, karbohidrat olahan, dan minuman manis untuk menjaga keseimbangan gula darah.

Q: Bagaimana cara alami menurunkan gula darah sebelum tidur?

A: Konsumsi makanan kaya serat, minum air putih yang cukup, dan hindari makan berat menjelang tidur untuk menjaga kadar gula stabil.

Rekomendasi