Hal yang perlu diketahui tentang Ibuprofen Serta Jenisnya yang Tersebar di Pasaran

Penting untuk mengetahui jenis obat-obatan yang terjual di pasaran agar tidak salah pilih.

alfiyya dafifah
Oleh alfiyya dafifah - Reporter
Hal yang perlu diketahui tentang Ibuprofen Serta Jenisnya yang Tersebar di Pasaran
Panduan Lengkap Mengatasi Asam Urat dengan Obat Apotek yang Terbukti Efektif (@ 2024 merdeka.com)

Ibuprofen adalah salah satu obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi demam, nyeri, dan peradangan. Namun, seperti halnya obat lain, penggunaan ibuprofen harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat adanya risiko efek samping dan interaksi obat tertentu. Artikel ini akan membahas apa itu ibuprofen, manfaatnya, efek samping yang mungkin timbul, interaksi obat, serta dosis yang direkomendasikan.

Apa Itu Ibuprofen?

Ibuprofen termasuk dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX)-1 dan COX-2, yang berperan dalam memproduksi zat penyebab peradangan, nyeri, dan demam. Karena kemampuannya mengurangi gejala tersebut, ibuprofen menjadi salah satu obat yang masuk dalam daftar obat esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ibuprofen tersedia dalam berbagai merek dagang, seperti Brufen, Advil, Motrin, dan Nurofen, serta dapat ditemukan dalam bentuk tablet, sirup, gel, atau spray.

Penggunaan Ibuprofen

5 Cara Cegah Sekaligus Redakan Flu dan Pilek Menurut Dokter
Ilustrasi sakit flu, demam (Photo created by drobotdean on freepik.com) © 2024 Liputan6.com

Ibuprofen digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, termasuk:

  1. Demam
  2. Peradangan
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri haid
  5. Flu atau pilek
  6. Sakit gigi
  7. Nyeri punggung
  8. Arthritis
  9. Cedera seperti keseleo

Selain itu, ibuprofen juga sering dikombinasikan dengan obat lain, seperti dekongestan dalam obat flu atau opioid untuk mengatasi nyeri berat. Namun, penggunaan kombinasi ini hanya untuk jangka pendek guna mencegah risiko penyalahgunaan.

Efek Samping Ibuprofen

Seperti obat lainnya, ibuprofen memiliki potensi efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Efek samping yang umum meliputi:

  1. Nyeri perut
  2. Diare atau konstipasi
  3. Mual dan muntah
  4. Dispepsia (gangguan pencernaan)
  5. Perut kembung

Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah pusing, sakit kepala, ruam kulit, atau retensi cairan. Pengguna yang merasa pusing setelah mengonsumsi ibuprofen sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Peringatan FDA atau Risiko Serius Penggunaan Ibuprofen

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengeluarkan peringatan serius (black box warning) terkait penggunaan ibuprofen. Risiko yang perlu diwaspadai meliputi:

  1. Risiko Kardiovaskular: Penggunaan NSAID seperti ibuprofen dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Risiko ini bisa muncul pada awal penggunaan dan meningkat seiring waktu.
  2. Operasi Bypass Arteri Koroner: Ibuprofen tidak boleh digunakan sekitar waktu operasi bypass jantung.
  3. Risiko Gastrointestinal: Ibuprofen dapat menyebabkan komplikasi serius pada saluran pencernaan, seperti perdarahan, ulkus, atau perforasi lambung. Risiko ini lebih tinggi pada orang tua.

Interaksi Obat

Ibuprofen dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, yang dapat memengaruhi efektivitas atau meningkatkan risiko efek samping. Beberapa obat yang mungkin berinteraksi dengan ibuprofen meliputi:

  1. Lithium
  2. Warfarin (pengencer darah)
  3. Obat untuk menurunkan tekanan darah
  4. ACE inhibitor dan beta-blocker
  5. Diuretik
  6. Methotrexate dosis tinggi

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi ibuprofen, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, terutama jika sedang menggunakan obat lain.

Dosis Yang Disarankan

Ibuprofen tersedia dalam berbagai bentuk dan dosis. Untuk orang dewasa, dosis umum adalah 400 miligram (mg) setiap 4–6 jam, dengan dosis maksimum 3.200 mg per hari.

Anak-anak juga dapat menggunakan ibuprofen dalam dosis yang disesuaikan dengan berat badan dan usia mereka. Sebelum memberikan ibuprofen pada anak di bawah usia 2 tahun atau dengan berat kurang dari 24 pound, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Rekomendasi Obat Ibuprofen untuk Meredakan Nyeri dan Demam Yang Beredar di Pasaran

Wanita sedang minum obat
Suplementasi zat besi terbukti dapat membantu meringankan gejala IDA. (Foto: Pexels/ Polina Tankilevitch) @ 2024 merdeka.com

1. Farsifen 400 mg 10 Tablet

Farsifen 400 mg 10 Tablet merupakan obat ibuprofen yang efektif meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Obat ini dapat digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa sesuai dengan anjuran dokter. Konsumsi dilakukan setelah makan.Sebagai obat keras, pembelian tanpa resep dibatasi maksimal 1 strip. Jika membutuhkan lebih dari itu, diperlukan resep dokter.

2. Bufect Suspensi 100mg/5ml 60ml

Bufect Suspensi digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri ringan lainnya. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase.

3. Etafen 400 mg 10 Tablet

Etafen 400 mg 10 Tablet digunakan untuk mengatasi demam, nyeri, atau inflamasi. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau nyeri lambung. Jika mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter.

4. Novaxifen 400 mg 10 Tablet

Novaxifen 400 mg 10 Tablet dapat meredakan nyeri, peradangan, dan demam. Obat ini dikonsumsi setelah makan dengan air. Sebagai obat keras, pembelian tanpa resep dibatasi hingga 1 strip.

5. Proris Forte Suspensi 50 ml

Proris Forte Suspensi adalah obat ibuprofen berbentuk sirup yang cocok untuk anak-anak, dengan manfaat meredakan nyeri ringan hingga sedang serta demam.

Rekomendasi