Ketika Sakit Kepala Berulang, Segera Periksa ke Dokter untuk Cegah Aneurisma

"Aneurisma biasanya tidak bergejala karena terlalu kecil, terkadang orang tidak tahu sampai meninggal pun bahwa dia mengalami aneurisma," kata Dokter spesialis saraf Rubiana Nurhayati dari RS Pondok Indah.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Ketika Sakit Kepala Berulang, Segera Periksa ke Dokter untuk Cegah Aneurisma
Ilustrasi sakit kepala. Shutterstock/ketmanee

Aneurisma otak bisa jadi penyebab stroke yang berujung kematian jika tidak ditangani secara cepat. Masalahnya, kondisi ini kebanyakan muncul tanpa gejala yang tampak mencolok.

"Aneurisma biasanya tidak bergejala karena terlalu kecil, terkadang orang tidak tahu sampai meninggal pun bahwa dia mengalami aneurisma," kata Dokter spesialis saraf Rubiana Nurhayati dari RS Pondok Indah.

Walaupun begitu, bukan berarti aneurisma otak tidak bisa dideteksi dengan cepat. Kondisi tersebut bisa diketahui dengan skrining agar bisa dilakukan pencegahan terjadinya pecah dan stroke.

Gejala yang paling sering jika aneurisma belum pecah pertama adalah sakit kepala.

"Jadi kalau kita punya sakit kepala berulang dan berdenyut, karena dia kenanya di pembuluh darah, jadi khas, dan dia di tempat yang sama, itu kita harus lebih waspada," kata Rubiana. Walaupun, belum tentu itu aneurisma.

Untuk lebih waspada, gejala lainnya adalah munculnya rasa kesemutan di satu sisi tubuh.

"Jadi waktu kita sakit kepala terus timbul rasa kebas di satu sisi tubuh yang bersilangan. Misalnya yang sakit kepala sebelah kanan, yang kesemutan sebelah kiri. Tiap sakit kepala kok kesemutan ya, itu harus lebih hati-hati lagi," kata Rubi.

Apabila sudah pecah, aneurisma bisa menyebabkan sakit kepala hebat, muntah, kesadaran menurun hingga koma, kelumpuhan di satu sisi, hingga kejang, dan akan berakhir sebagai stroke.

Untuk itu, apabila memiliki gejala sakit kepala yang begitu hebat, Rubi meminta Anda untuk melakukan skrining pada otak. Jika ditemukan adanya aneurisma, kondisi itu bisa dicegah sebelum pecah dengan clipping dan coiling.

"Karena kalau sudah pecah, ya sudah jadi stroke, jadi sudah terlambat," tandas Rubiana.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi