Sebuah tes terbaru tengah dikembangkan untuk mendeteksi kanker pankreas oleh ilmuwan di Jepang. Tes ini anak menggunakan analisis metabolomic yang ditengarai lebih aman dan mudah.
Metabolomic merupakan sebuah tren baru untuk menganalisis total semua area metabolisme dalam organisme. Dr masaru Yoshida, seorang profesor dari Kobe University Graduate School of Medicine, jepang, menggunakan analisis metabolomic ini sebagai metode unutk mendeteksi kanker pankreas.
"Meski operasi pengangkatan kanker bisa digunakan untuk menyembuhkan pasien kanker pankreas, namun lebih dari 80 persen pasien kanker memiliki tumor yang tak bisa langsung diangkat lewat operasi.Cara mendeteksi konvensional lewat darah dan endoskopi tak bisa digunakan untuk mendeteksi kanker pankreas sejak awal. Sehingga dibutuhkan cara lain untuk mendiagnosis kanker ini," ungkap Yoshida, seperti dilansir oleh Third Age (04/04).
Peneliti mengukur tingkat metabolisme pada darah pasien kanker pankreas menggunakan gas kromatografi. Cara ini diterapkan pada pasien kanker pankreas dan partisipan yang sehat. Analisis yang ditunjukkan oleh data metabolomic menunjukkan adanya perbedaan level 18 metabolites pada pasien kanker pankreas dengan partisipan yang sehat. Hal ini bisa digunakan untuk mendeteksi kanker pankreas pada pasien.