Peneliti Temukan Terapi yang Tepat untuk Atasi Kecanduan Internet

Selasa, 23 Juli 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Peneliti Temukan Terapi yang Tepat untuk Atasi Kecanduan Internet Ilustrasi kecanduan smartphone. © Digital Trends

Merdeka.com - Salah satu jenis kecanduan yang sudah sangat banyak diidap masyarakat saat ini adalah kecanduan gawai atau secara khusus pada internet. Baik untuk bermain game, membuka media sosial, bekerja, atau berselancar mencari informasi, internet merupakan hal yang sangat sulit ditinggalkan saat ini.

Dilansir dari Medical Daily, kenyamanan dan kemudahan yang dimunculkan dari penggunaan internet ini ternyata juga memunculkan masalah kesehatan. Kecanduan internet telah menjadi perhatian bagi banyak orang beberapa saat terakhir ini.

Terlalu terpakunya seseorang dengan kehidupan di dunia maya ini menimbulkan masalah secara fisik dan mental bagi mereka. Walau begitu, saat ini peneliti telah menemukan cara terapi terbaru untuk membantu orang-orang dengan kecanduan internet.

Cara ini dipublikasikan oleh peneliti pada jurnal JAMA Psychiatry yang menganalisis efek terapi dari 143 pria dengan usia antara 17 hingga 55 fari Jerman dan Austria. Setiap partisipan di penelitian ini diketahui kecanduan internet baik berupa bermain game, media sosial, pornografi, berselancar, atau penggunaan internet secara umum.

Terapi kecanduan internet ini berlangsung selama 15 minggu dan dibagi menjadi 3 fase. Partisipan penelitian mendapat sesi terapi yang berpusat pada efek dari kecanduan, intervensi psikoterapi, teknik mengatasi, serta transisi dari kehidupan fisik.

Pada akhir terapi, partisipan yang sudah menjalani seluruh sesi memiliki gejala kecanduan yang lebih rendah seperti menurunnya kecanduan serta waktu yang dihabiskan untuk online. Mereka juga menunjukkan peningkatan pada kemampuan sosial, pekerjaan, serta fungsi hal sehari-hari.

"Hal ini menunjukkan efek kuat dari penanganan ini terhadap seseorang yang mengalami kecanduan internet dan masalah bermain game," ungkap Klaus Wölfling, peneliti dari University Medical Center of the Johannes Gutenberg-University Mainz, jerman.

Wölfling menyebut bahwa peneliti hanya melakukan terapi ini pada pria karena 90 persen pasien kecanduan internet di klinik merupakan pria. Usai mendapat terapi, depresi pada partisipan juga diketahui menurun.

Penelitian lebih lanjut masih bakal dibutuhkan untuk mengonfirmasi manfaat dari terapi kecanduan internet ini. Keterbatasan penelitian ini membuat masih butuh studi lanjutan. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini