Mengenal 14 Ikan Bernutrisi Tinggi yang Wajib Anda Konsumsi untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Jantung

Pilih ikan terbaik untuk kesehatan tubuh! Ini 14 jenis ikan sehat dan bernutrisi tinggi, dari sardines hingga tuna, yang kaya omega-3, vitamin D, dan protein.

adinda nur shyavira
Oleh adinda nur shyavira - Reporter
Mengenal 14 Ikan Bernutrisi Tinggi yang Wajib Anda Konsumsi untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Jantung
Ilustrasi Ikan Sehat (Pexels/Pixabay)

Konsumsi ikan telah lama dikenal sebagai salah satu pilar pola makan sehat. Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi dengan kandungan kalori yang rendah, menjadikannya pilihan ideal bagi siapa pun yang ingin menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengontrol berat badan. Selain itu, ikan kaya akan berbagai nutrisi penting seperti asam lemak omega-3, vitamin D, vitamin B12, zat besi, yodium, kolin, dan selenium—yang semuanya berperan penting dalam menunjang fungsi jantung, perkembangan otak, serta sistem kekebalan tubuh.

Meski begitu, data menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih belum memanfaatkan manfaat luar biasa dari ikan. Di Amerika Serikat, misalnya, lebih dari 90% penduduk belum memenuhi anjuran konsumsi dua porsi ikan per minggu sebagaimana direkomendasikan oleh lembaga kesehatan. Rendahnya konsumsi ini berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi penting yang sebenarnya dapat dipenuhi dengan cara yang sederhana.

Bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, konsumsi ikan justru menjadi lebih krusial karena asupan omega-3 dan yodium sangat berpengaruh terhadap perkembangan sistem saraf dan fungsi otak. Dilansir dari today.com, berikut jenis-jenis ikan terbaik untuk dikonsumsi secara rutin yang penting dipahami oleh masyarakat luas.

Sarden adalah salah satu jenis ikan yang kaya akan omega-3. Bahkan, kandungan omega-3 dalam sarden melebihi salmon. Selain itu, ikan ini juga memiliki kadar kalsium yang tinggi, yang penting untuk kesehatan tulang, serta vitamin D yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Sarden juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Meskipun rasanya cukup tajam, sarden bisa dijadikan bahan pelengkap dalam berbagai hidangan, seperti pasta, roti lapis alpukat, atau bahkan salad.

Salmon dikenal sebagai salah satu ikan yang kaya akan omega-3, protein, dan vitamin D. Ikan ini aman dikonsumsi baik yang liar maupun budidaya, asalkan memilih salmon yang bersertifikasi keberlanjutan agar tetap ramah lingkungan. Kandungan omega-3 dalam salmon terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu menjaga kesehatan otak. Salmon juga merupakan sumber protein yang sangat baik, yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki dan membangun sel-sel tubuh.

Trout memiliki rasa yang lebih ringan dibandingkan salmon, menjadikannya pilihan yang tepat bagi pemula dalam mengonsumsi ikan. Ikan ini juga kaya akan vitamin D, dengan satu porsi trout mampu memenuhi kebutuhan harian vitamin D tubuh. Vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Dengan tekstur yang lembut dan rasa yang ringan, trout bisa diolah dengan berbagai cara, baik dipanggang, digoreng, maupun dipanggang di oven.

Arctic char adalah ikan yang memiliki rasa mirip dengan trout namun sedikit lebih kaya. Ikan ini juga mengandung banyak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Karena rasanya yang ringan dan serbaguna, Arctic char bisa menggantikan salmon dalam berbagai resep. Dengan kandungan omega-3 yang tinggi, ikan ini sangat ideal untuk mereka yang ingin meningkatkan asupan lemak sehat dalam diet mereka.

Halibut adalah ikan besar yang kaya akan protein dan vitamin B12, yang penting untuk produksi sel darah merah dan kesehatan saraf. Meskipun halibut memiliki kandungan merkuri yang sedang, ikan ini tetap bisa dikonsumsi dengan aman jika tidak lebih dari sekali seminggu. Halibut memiliki rasa ringan dan dagingnya sangat lembut, cocok untuk berbagai hidangan, baik dipanggang, digoreng, atau bahkan disajikan mentah dalam bentuk sashimi.

Udang adalah makanan rendah kalori namun kaya protein yang mudah dicerna oleh tubuh. Udang juga mengandung antioksidan astaxanthin, yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh. Agar tetap sehat, udang sebaiknya tidak digoreng, melainkan direbus, dikukus, atau dipanggang. Udang bisa digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari pasta, salad, hingga hidangan laut seperti curry udang.

Cod adalah ikan dengan kandungan lemak yang sangat rendah namun kaya akan protein berkualitas tinggi. Setiap porsi cod mengandung sekitar 23 gram protein, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Ikan ini juga memiliki rasa yang ringan, sehingga sangat cocok untuk mereka yang belum terbiasa mengonsumsi ikan. Cod bisa diolah dengan cara dipanggang, direbus, atau bahkan dibuat sup.

Branzino, juga dikenal sebagai ikan laut Mediterania, adalah ikan yang rendah kalori dan tinggi protein. Ikan ini juga kaya akan vitamin D, yang berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Biasanya, Branzino disajikan utuh, baik dipanggang maupun dibakar dengan rempah-rempah dan lemon. Rasanya yan

Anchovies adalah ikan kecil yang kaya akan kalsium, omega-3, dan selenium. Ikan ini sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai masakan, seperti saus, tapenade, atau sebagai topping pada pizza dan roti. Meskipun ukurannya kecil, manfaat gizi dari anchovies sangat besar, terutama dalam mendukung kesehatan tulang dan jantung. Rasanya yang kuat menjadikannya pilihan tepat untuk memberikan sentuhan rasa pada hidangan.

Kerang hijau adalah sumber yang kaya akan zat besi, vitamin B12, dan protein yang baik untuk tubuh. Selain itu, kerang termasuk dalam kategori ikan yang ramah lingkungan karena berasal dari budidaya yang berkelanjutan. Rasanya yang lezat dan tekstur yang kenyal membuat kerang hijau menjadi hidangan yang populer di berbagai restoran seafood. Kerang juga sangat rendah kalori, sehingga sangat cocok untuk mereka yang sedang menjalani diet sehat.

Scallops memiliki kandungan protein yang tinggi, serta kaya akan zinc dan selenium, yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan fungsi tiroid. Selain itu, scallops juga rendah merkuri dan memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan beberapa jenis ikan lainnya. Karena rasanya yang manis dan lembut, scallops sering dijadikan bahan utama dalam hidangan mewah seperti scallop grill atau ceviche.

Kepiting adalah sumber protein yang sangat baik dan rendah kalori. Daging kepiting memiliki rasa manis alami dan tekstur yang lembut. Namun, penting untuk memilih kepiting asli dan menghindari daging kepiting imitasi yang sering mengandung bahan tambahan yang tidak sehat. Kepiting bisa dinikmati dalam berbagai hidangan, mulai dari sup kepiting, salad, hingga sebagai pelengkap hidangan laut lainnya.

Flounder adalah ikan datar yang rendah kalori dan tinggi protein, menjadikannya alternatif yang sehat untuk menggantikan daging merah atau makanan olahan. Ikan ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang ringan, sehingga cocok untuk mereka yang baru memulai untuk mengonsumsi ikan. Flounder dapat dipanggang, digoreng, atau bahkan dibuat filet untuk hidangan ringan.

Tuna adalah ikan besar yang kaya akan protein, omega-3, vitamin B12, zat besi, dan selenium. Ikan ini juga sering menjadi pilihan utama dalam hidangan sashimi dan sushi. Meskipun tuna kaya akan manfaat, penting untuk memilih jenis tuna dengan kadar merkuri rendah, seperti skipjack atau light tuna, dan membatasi konsumsi jenis albacore dan yellowfin lebih dari sekali seminggu. Tuna juga sangat lezat jika dipanggang atau dijadikan steak.

Menyertakan ikan dalam pola makan harian adalah langkah sederhana yang memberikan manfaat luar biasa. Namun, pemilihan jenis ikan yang tepat sangat penting agar manfaatnya maksimal dan risiko kesehatannya minimal. Dengan mengonsumsi ikan sehat seperti salmon, sarden, trout, atau udang, dan membatasi ikan tinggi merkuri seperti swordfish dan king mackerel, Anda telah berinvestasi untuk kesehatan jangka panjang.

Jika memungkinkan, konsumsi ikan minimal dua kali dalam seminggu. Bagi mereka yang kesulitan memenuhi anjuran ini, suplemen omega-3 bisa menjadi tambahan, meski tetap bukan pengganti. Mulailah dari sekarang, karena pilihan cerdas hari ini akan menentukan kualitas hidup Anda di masa mendatang.

Rekomendasi