Jangan khawatir saat menghadapi Human Metapneumovirus (HMPV). Untuk mencegah penularan HMPV, penggunaan masker serta penerapan protokol kesehatan sangat penting. "Salah satu cara pencegahannya adalah menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai," ungkap dokter spesialis penyakit dalam konsultan, Sukamto Koesnoe. Ia juga menekankan pentingnya mengikuti protokol kesehatan lainnya, seperti mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta menjaga jarak dari individu yang sedang sakit. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko penularan virus HMPV. "Saling mengingatkan tentang protokol kesehatan," tambahnya.
Selain itu, Sukamto merekomendasikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti cukup istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. Ia juga menyarankan agar tetap di rumah jika merasa tidak sehat dan memastikan asupan air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang disampaikan pada hari Senin lalu.
"Supaya enggak panik, kalau daya tahan tubuh baik itu otomatis bisa ditangani oleh sistem imunnya kita. Jadi nomor satu tidur yang cukup, makan yang cukup, olahraga yang cukup," ujarnya. "Kalau sudah mulai batuk pilek, istirahat, dan jika ada tetangga yang batuk pilek atau bersin-bersin, sebaiknya menghindar dari mereka. Terapkan 3M: menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan," saran Budi.
Advertisement
Sukamto mengingatkan kepada penyelenggara fasilitas publik untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap virus HMPV. Salah satu langkah yang disarankan adalah dengan menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat umum.
Selain itu, Sukamto juga menekankan pentingnya memastikan ventilasi yang baik di seluruh fasilitas publik. Ia meminta agar area umum dibersihkan secara rutin dan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat untuk menjaga keselamatan pengunjung.
Kasus HMPV yang sedang menjadi perhatian di China sebenarnya telah ada di Indonesia sejak lama. "HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV," ujar Menkes Budi di Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun HMPV kini menjadi sorotan internasional, keberadaannya di tanah air sudah tercatat sebelumnya. Data dari laboratorium menunjukkan bahwa infeksi ini juga telah mempengaruhi sejumlah anak di Indonesia, sehingga penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan penanganan terhadap virus ini.
Advertisement
Human Metapneumovirus (HMPV) merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan pertama kali terdeteksi pada tahun 2001. Virus ini memiliki kesamaan dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV). Menurut Dicky Budiman, seorang pakar di bidang keamanan kesehatan global, "HMPV penularannya sama dengan Influenza A ya ada droplet, termasuk kontak langsung." Orang yang terinfeksi HMPV umumnya akan mengalami gejala yang mirip dengan gejala flu biasa, yang sering disebut sebagai sindrom mirip flu (flu-like syndrome). Gejala tersebut antara lain meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sedikit sesak napas. Dicky juga menambahkan, "Pada kasus berat bisa berkembang menjadi bronkitis dan pneumonia."