Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bermain Video Games Bisa Berdampak Positif pada Kognitif dan Emosional Seseorang

Bermain Video Games Bisa Berdampak Positif pada Kognitif dan Emosional Seseorang Ilustrasi main video games. ©Shutterstock/Lisa F. Young

Merdeka.com - Bermain video game merupakan hal menyenangkan yang dilakukan oleh banyak orang. Walau selama ini dianggap bisa berdampak buruk, namun bermain video game ternyata juga bisa menimbulkan manfaat.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa bermain video games bisa meningkatkan kemampuan seseorang. Hal ini bahkan diketahui bisa mencegah manula dari demensia.

Secara umum, diketahui bahwa bermain video game bisa berdampak positif bagi keterampilan kognitif dan emosional seseorang. Hal ini bisa tercapat dengan memainkan jenis game tertentu.

Dilansir dari Medical News Today, penelitian terbaru ini telah dipublikasikan pada jurnal Frontiers in Human Neuroscience. Penelitian dilakukan oleh peneliti dari Universitat Oberta de Catalunya di Barcelona dengan meminta partisipan memainkan game Super Mario 64. Game tersebut diketahui peneliti bisa menyebabkan perubahan struktural pada bagian otak yang berhubungan dengan fungsi memori eksekutif dan spasial.

Penelitian terbaru ini menemukan bahwa seseorang yang bermain video games sebagai anak-anak menunjukkan peningkatan lebih besar pada memori kerja mereka. Secara lebih lanjut, video games ini diketahui bisa memiliki dampak jangka panjang pada kognisi.

Penjelasan Terkait Dampak dari Bermain Video Games

Penelitian ini melibatkan penggunaan video games dengan stimulasi magnetis transkranial (TMS), sebuah stimulasi otak yang telah dipelajari sebagai pengobatan bagi masalah mood. Gabungan dari penggunaan video games dan TMS ini coba dilihat bagaimanakah manfaat bisa muncul.

Terdapat 27 partisipan sehat dengan usia rata-rata 29 tahun. Terdapat 10 sesi latihan video game yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat ini.

Peneliti mengukur fungsi kognitif dari partisipan sebelum penelitian dilakukan, setelah dilakukan 10 sesi, serta 15 hari setelahnya. Mereka mengukur berbagai fungsi kognitif termasuk waktu reaksi, memori kerja, waktu perhatian, keterampilan visuospatial serta memecahkan masalah.

Seseorang dengan pengalaman bermain video game juga menunjukkan peningkatkan pada saat memproses suatu hal. Selain itu, mereka juga lebih baik dalam memusatkan fokus pada rangsangan selama melakukan tugas.

Walau begitu, penting diingat bahwa penelitian ini hanya melibatkan sangat sedikit partisipan dan seluruhnya bertubuh sehat, muda, serta berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa hal ini tidak bisa diterapkan secara luas.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP