79 Persen orang depresi menerima berbagai diskriminasi

Sabtu, 20 Oktober 2012 08:13 Reporter : Destriyana
Ilustrasi . ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Studi terbaru menunjukkan bahwa 79 persen orang yang menderita depresi mengalami beberapa bentuk diskrimasi.

Peneliti Inggris menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan informasi tentang diskriminasi yang dihadapi oleh hampir 1.100 orang yang dirawat karena depresi di 35 negara.

34 Persen pasien yang menderita depresi mengatakan bahwa mereka dijauhi dan dihindari karena masalah kesehatan mental. 37 Persen lainnya mengatakan bahwa diskriminasi membuat mereka berhenti memulai kedekatan pribadi. Kemudian 25 persen pasien juga mengaku bahwa mereka tidak bekerja karena takut menghadapi diskriminasi. Hasil studi ini diterbitkan secara online pada tanggal 18 Oktober di The Lancet, sebagaimana dilansir Health.com, (18/10).

Studi ini juga menemukan bahwa 71 persen pasien mengatakan mereka ingin menyembunyikan depresi mereka dari orang lain. Para peneliti sangat khawatir mengenai temuan ini karena itu berarti banyak orang depresi yang tidak ingin menjalani pengobatan. Hal ini disebabkan oleh rasa takut terhadap adanya diskriminasi di masyarakat.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan cara terbaik dalam mencegah diskriminasi terhadap orang dengan depresi. Setiap orang memiliki hak untuk sembuh dan menerima pengobatan yang baik. Jangan hina mereka karena kekurangan yang mereka punya. [des]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.