7 Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Konsumsi Bawang Putih Tunggal, Baik untuk Kolesterol hingga Diabetes

Bawang putih tunggal memiliki banyak khasiat, seperti menurunkan kadar kolesterol, menjaga tekanan darah, dan mencegah diabetes.

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
7 Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Konsumsi Bawang Putih Tunggal, Baik untuk Kolesterol hingga Diabetes
Manfaat Bawang Putih Tunggal untuk Asam Urat (Sumber: Pixabay) (© 2025 Liputan6.com)

Bawang putih tunggal, yang juga dikenal dengan sebutan bawang lanang, merupakan salah satu jenis herbal yang kaya akan kandungan gizi serta senyawa aktif. Menurut Dr. Danang Ardiyanto, MKM, seorang dokter dan peneliti herbal di Hortus Med Wellness Center RSUP Dr. Sardjito Tawangmangu, bawang putih tunggal menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh berkat komponen aktif dan nutrisi yang unik.

Apa Saja Kandungan dalam Bawang Putih Tunggal?

Dalam 3 gram bawang putih tunggal, terdapat berbagai nutrisi penting seperti vitamin B6, vitamin C, selenium, dan serat sebanyak 0,06 gram. Setiap porsi ini juga hanya mengandung 4,5 kalori, 0,2 gram protein, dan 1 gram karbohidrat. Selain itu, bawang putih tunggal mengandung senyawa aktif seperti organosulfur, saponin, senyawa fenolik, dan polisakarida. Komponen utama seperti allicin, diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfide (DADS), dan S-allyl-cysteine (SAC) memiliki peran penting dalam memberikan berbagai manfaat kesehatan.

"Bahkan, kandungan senyawa fenolik pada bawang putih tunggal lebih tinggi dibandingkan sayuran biasa, seperti quercetin, rutin, dan asam galat," ungkap Danang dalam wawancaranya dengan Health Liputan6.com, pada Selasa, 14 Januari 2025.

Manfaat Bawang Putih Tunggal untuk Kesehatan

Berikut adalah beberapa penyakit atau kondisi yang diyakini dapat dibantu pengobatannya dengan penggunaan bawang putih tunggal:

Bawang putih tunggal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Menurut Dr. Danang, konsumsi suplemen bawang putih tunggal dapat meningkatkan produksi enzim antioksidan di dalam tubuh dan juga menurunkan tingkat stres oksidatif, khususnya pada orang yang mengalami tekanan darah tinggi. Kombinasi dari kedua efek tersebut dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit Alzheimer dan demensia.

Senyawa yang terdapat dalam bawang putih tunggal telah terbukti dapat memperkuat sistem imun. Sebuah penelitian yang berlangsung selama 12 minggu menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen bawang putih setiap hari mampu mengurangi risiko terkena pilek hingga 63 persen jika dibandingkan dengan plasebo. Selain itu, durasi gejala pilek juga mengalami penurunan yang signifikan, yaitu hingga 70 persen, dari rata-rata lima hari menjadi hanya 1,5 hari.

Bawang putih tunggal memiliki kandungan senyawa allicin yang berperan dalam merangsang produksi endotelium. Dengan demikian, senyawa ini membantu relaksasi otot polos yang terdapat pada dinding pembuluh darah. Proses relaksasi ini berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah serta mencegah terjadinya hipertensi.

Kandungan allicin yang terdapat dalam bawang putih tunggal memiliki kemampuan untuk menghambat enzim yang terlibat dalam proses biosintesis kolesterol, salah satunya adalah HMG-CoA reduktase. Dengan demikian, bawang putih tunggal terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol serta asam lemak di dalam tubuh.

Dr. Danang mengungkapkan bahwa senyawa seperti DAS, DADS, dan S-methyl-l-cysteine yang terdapat dalam bawang putih tunggal memiliki kemampuan untuk melindungi hati dari kerusakan. Selain itu, senyawa-senyawa ini berperan penting dalam meningkatkan aktivitas antioksidan dengan cara mengurangi pelepasan sitokin proinflamasi di organ hati.

Ekstrak dari bawang putih tunggal terbukti mampu merangsang peristaltik pada saluran pencernaan, mempercepat proses pengosongan lambung, serta membantu melancarkan buang air besar. Dengan khasiat tersebut, bawang putih tunggal menjadi pilihan alami yang efektif untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Bawang putih tunggal dapat berperan penting dalam pencegahan diabetes. Senyawa yang terkandung di dalamnya, seperti alisin dan vitamin B, berkontribusi dalam mengurangi stres oksidatif serta melindungi sel beta pankreas dari kerusakan. Dengan demikian, bawang putih tunggal membantu pankreas dalam memproduksi insulin secara optimal, yang pada gilirannya berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa "bawang putih tunggal memiliki potensi untuk mengurangi stres oksidatif dan mencegah kerusakan pada sel beta pankreas." Oleh karena itu, mengonsumsi bawang putih tunggal secara teratur dapat menjadi langkah yang baik dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya dalam mencegah diabetes.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari bawang putih tunggal, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengonsumsinya secara langsung dengan cara mengunyahnya dalam keadaan mentah. Selain itu, Anda juga bisa membuat infus atau rebusan dengan merebus dua butir bawang putih tunggal dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas, dan kemudian meminumnya 1-2 kali sehari. Metode lain adalah dengan menghaluskannya, kemudian mencampurnya dengan air hangat dan madu. Terakhir, bawang putih tunggal dapat difermentasi untuk menghasilkan bawang hitam yang memiliki manfaat tambahan.

  1. Konsumsi langsung dengan cara dikunyah mentah.
  2. Infusa/rebusan, dengan merebus dua butir bawang putih tunggal dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas, lalu diminum 1-2 kali sehari.
  3. Dihaluskan, lalu dicampur dengan air hangat dan madu.
  4. Difermentasi, sehingga menjadi bawang hitam yang memiliki manfaat tambahan.

Menurut Danang, bawang putih tunggal memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis bawang putih lainnya. Ciri tersebut antara lain adalah bentuknya yang terdiri dari siung tunggal yang tidak bergerombol, ukuran yang lebih kecil dengan panjang antara 1,5 hingga 4 cm, serta aroma dan rasa yang lebih kuat. Selain itu, bawang putih tunggal juga memiliki harga yang cenderung lebih mahal, hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam proses budidayanya.

Rekomendasi