6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merampas Kebahagiaan dan Ketenangan Hidup Kita

Sejumlah kesalahan dan perbuatan kita justru bisa membuat kebahagiaan terampas dari diri.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merampas Kebahagiaan dan Ketenangan Hidup Kita
6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merampas Kebahagiaan dan Ketenangan Hidup Kita (Merdeka.com)

Hidup yang bahagia dan tenang adalah impian bagi setiap orang.

Namun, terkadang kita tanpa sadar terjerumus dalam kebiasaan buruk yang justru menghalangi kebahagiaan dan membawa kita menuju kesengsaraan.



Dilansir dari Psychology Today, kebiasaan yang merampas kebahagiaan dan ketenangan hidup ini bisa muncul tanpa sengaja pada diri kita. Selain karena kebiasaan, hambatan baik dari luar atau dalam diri kita bisa menyebabkan hilangnya kebahagiaan.

Kebahagiaan bisa terhambat oleh rintangan eksternal yang mudah dikenali, seperti masalah keuangan, hubungan yang retak, kecelakaan tiba-tiba, atau penyakit. Peristiwa-peristiwa ini memaksa kita untuk bertindak, mencari solusi, dan berusaha memperbaiki situasi.

Hambatan internal terhadap kebahagiaan jauh lebih sulit terlihat. Hambatan internal ini menyebabkan konflik batin dengan diri sendiri, impuls yang saling bertentangan yang menciptakan ketegangan emosional dan seringkali membawa kita menuju kehancuran diri.



Hambatan internal ini bisa menimbulkan berbagai kebiasaan buruk pada diri kita yang justru merampas kebahagiaan. Berikut hambatan internal yang bisa muncul:

Dendam
Dok. Istimewa

Menyimpan kebencian terhadap orang lain adalah cara buruk untuk menjalani hidup. Dendam yang kita simpan bisa memberatkan diri kita sendiri dan bahkan memicu depresi, meningkatkan kecemasan, dan menghancurkan kreativitas kita.

Membandingkan diri dengan orang lain dan merasa kalah hanya akan merusak pandangan dunia kita. Perbandingan dan rasa putus asa ini bisa menghancurkan harga diri, melemahkan identitas diri, dan menghambat pertumbuhan kita.

Tidak Mencoba Hal Baru
Dok. Istimewa

Rasa ingin tahu akan menjaga kita tetap muda. Mengambil kelas, mencoba aktivitas baru, dan menikmati seni, teater, atau tarian akan merangsang hasrat kita untuk mengembangkan kehidupan. Stagnasi kreatif bisa menimbulkan rasa putus asa dan kehilangan harapan.

Mengabaikan kesehatan diri, kebiasaan buruk dalam pola makan dan olahraga, kurangnya kesadaran diri, kecanduan media, kebuntuan kreatif, dan penurunan intelektual adalah hasil dari mengabaikan diri sendiri. Ketika kita mengabaikan diri sendiri, semua aspek kehidupan kita akan menurun.

Sedikit orang yang bisa berkembang dalam isolasi. Penelitian menunjukkan peningkatan penyakit jantung, stroke, dan demensia pada pria yang kesepian.

Kecanduan
Dok. Istimewa

Tidak ada yang bisa merampas kebahagiaan dengan lebih cepat daripada kecanduan. Kecanduan menghancurkan keluarga dan hubungan, meredupkan kreativitas, dan menghilangkan kebahagiaan dalam hidup kita.

Agar kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan hidup yang sejati, kita harus berusaha menghindari kebiasaan buruk ini.
Dok. Istimewa
Rekomendasi