Merdeka.com tersedia di Google Play


Strategi dakwah Sunan Ampel, baca syahadat gratis kipas sakti
Reporter : Moch. Andriansyah | Selasa, 7 Juli 2015 12:36




Strategi dakwah Sunan Ampel, baca syahadat gratis kipas sakti
Makam Sunan Ampel. ©blogspot.com

Merdeka.com - Selama perjalanan dari Majapahit ke Surabaya, Jawa Timur, Raden Rahmat atau Sunan Ampel menyempatkan diri berdakwah di beberapa tempat yang disinggahi. Dakwahnya pun tergolong unik, Sunan Ampel menjual kipas akar tumbuhan yang bisa didapatkan oleh orang yang membaca dua kalimat syahadat.

"Untuk mendapat kipas milik Raden Rahmat itu, syaratnya mudah. Hanya mengganti dengan pengucapan dua kalimat syahadat, sebagai tanda masuk Islam," terang Abdul Rahman, salah satu peziarah makam Sunan Ampel kepada merdeka.com, Selasa (7/7).

Sehingga lanjut bapak dua anak ini, sebelum sampai di Ampel Denta, pengikut Sunan Ampel semakin hari semakin banyak. "Sampai di pintu masuk Surabaya dari arah barat, Sunan Ampel bertemu dua tokoh masyarakat, yang berhasil diislamkannya, yaitu Ki Wiryo Sarojo dan Ki Kembang Kuning. Bahkan Raden Rahmat dikawinkan dengan putri Ki Kembang Kuning, Dewi Karimah," katanya mengisahkan.

Raden Rahma atau Sunan Ampel datang ke Tanah Jawa pada Tahun 1443. Dia datang bersama saudaranya Sayyid Ali Murtadho atau Raden Santri, atas permintaan khusuk Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V.

Sebelum menginjakkan kaki di Bumi Majapahit, dua bersaudara itu singgah lebih dulu di Palembang, Tahun 1440. Selama tiga tahun mereka tinggal di Bumi Sriwijaya itu untuk mengislamkan Arya Damar.

Selanjutnya, Sunan Ampel dan Raden Santri melanjutkan misi utamanya untuk pergi ke Tanah Jawa menemui Prabu Brawijaya. Sang Prabu meminta bantuan Sunan Ampel untuk meluruskan aqidah para pangeran dan bangsawan yang gemar foya-foya, judi, main perempuan dan mabuk-mabukan.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE