Zulkifli Hasan sebut ada orderan di balik penyebutan nama Amien Rais

Senin, 5 Juni 2017 19:00 Reporter : Robby
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan turut memberikan komentarnya terkait penyebutan nama Amien Rais dalam sidang korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Menurut Zulkifli, penyebutan nama Amien Rais menerima uang Rp 600 juta dari kasus tersebut oleh jaksa di persidangan merupakan 'orderan'.

"Saya tahu persis ini orderan, jangan begitu dong KPK kan selama ini legitimasinya kuat, jangan berbuat tidak adil," kata dia di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/6).

Ketua MPR ini menegaskan, ada pihak-pihak tertentu yang sedang membidik Amien Rais untuk dijadikan tersangka pasca aksi 212 atau aksi bela Islam. Amien yang selama ini keras melakukan kritik dianggap sebagai titik awal dalam upaya penggulingan pemerintahan Jokowi-JK.

"Soal orderan sudah banyak yang ngomong, Fahri Hamzah ngomong, Prof. Din Syamsudin ngomong yang dibidik dari alumni 212 tinggal Pak Amien Rais," jelasnya.

Lebih jauh dia juga mempertanyakan kredibilitas KPK dalam menangani kasus korupsi pengadaan alat kesehatan tersebut. Menurutnya tindakan KPK tersebut dapat menjadi bumerang sendiri bagi badan anti rasuah itu.

"Jadi KPK ini maunya apa sih? Jangan sampai publik mulai tidak percaya lagi, jangan tebang pilih," tegasnya.

Zulkifli pun juga mengingatkan para media untuk tidak membentuk dan mengiring opini publik yang dapat membunuh karakter seseorang. Kata dia, media harus senetral mungkin dalam pemberitaan.

"Media mainstream juga jngan framing oranglah, jangan di 'goreng-goreng' lagi, nanti publik bisa tidak percaya dengan media kasihan kan nanti," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, pendiri PAN, Amien Rais, disebut menerima transfer dana hingga Rp 600 juta dari pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

"Adanya aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri," kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di pengadilan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) Jakarta, Rabu (31/5) malam.

Menurut jaksa, pemenang proyek pengadaan itu yaitu PT Indofarma Tbk yang ditunjuk langsung Siti Fadilah dan menerima pembayaran dari Kemenkes lalu membayar suplier alkes yaitu PT Mitra Medidua.

"Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan serketaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF)," kata jaksa Iskandar.

[msh]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.