Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan TNI Angkatan Udara di Bandara Khusus Weda Bay, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, berhasil mencegah upaya penyelundupan sembilan paket sampel nikel. Insiden ini terjadi saat personel TNI AU bersama petugas Aviation Security (Avsec) melakukan pengawasan ketat terhadap proses check-in penerbangan rute Weda Bay–Manado pada Minggu, 7 Desember.
Pencegahan ini dilakukan setelah petugas mendeteksi tampilan mencurigakan berupa serbuk pada layar monitor mesin X-Ray saat pemeriksaan bagasi. Sampel nikel tersebut dibawa oleh seorang penumpang berinisial MY, yang merupakan pegawai dari salah satu tenant yang bekerja sama dengan PT. IWIP.
Tindakan tegas ini diambil untuk menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, mengingat sampel nikel yang dibawa termasuk dalam kategori Dangerous Goods Kelas 5. Penemuan ini menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga dalam mengantisipasi potensi ancaman terhadap transportasi udara.
Advertisement
Advertisement
Pemeriksaan rutin di Bandara Khusus Weda Bay mengungkap adanya upaya membawa sembilan paket sampel nikel yang tidak diizinkan dalam penerbangan. Paket-paket tersebut terdiri dari lima paket nikel tidak murni dan empat paket nikel murni dalam bentuk serbuk.
Kepala Penerangan Lanud Leo Wattimena, Kapten (Sus) M Luthfi R, menjelaskan bahwa sampel nikel ini tergolong dalam kategori Dangerous Goods Kelas 5. "Sembilan paket sampel nikel yang diamankan terdiri dari lima paket nikel tidak murni dan empat paket nikel murni dalam bentuk serbuk, yang termasuk dalam kategori Dangerous Goods Kelas 5," kata Kapten Luthfi.
Kategori ini mencakup zat pengoksidasi dan peroksida organik yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan atau mempercepat pembakaran dengan melepaskan oksigen. Oleh karena itu, keberadaan material ini sangat berisiko tinggi dalam pengangkutan udara, berpotensi memicu kebakaran.
Advertisement
Penemuan ini bermula dari kewaspadaan personel TNI AU dan Avsec saat memantau bagasi. Tampilan mencurigakan pada layar X-Ray menjadi petunjuk awal yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan manual terhadap bagasi penumpang.
Advertisement
Setelah deteksi awal, dua personel TNI AU bersama petugas Avsec dan didampingi penerjemah segera melaksanakan pemeriksaan lanjutan terhadap bagasi milik penumpang berinisial MY. Penumpang tersebut mengakui bahwa barang bawaannya adalah sampel bahan uji.
"Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa penumpang tersebut membawa beberapa kemasan serbuk nikel. Penumpang mengaku bahwa barang tersebut merupakan sampel bahan uji," ujar Kapten Luthfi. Meskipun demikian, berdasarkan ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan yang berlaku, pihak Avsec bersama petugas TNI AU tidak memberikan izin untuk membawa barang tersebut ke dalam pesawat.
Keputusan ini diambil karena risiko tinggi yang ditimbulkan oleh sampel nikel terhadap keselamatan penerbangan. Satgas Pengamanan TNI AU bersama pihak Avsec kemudian menginformasikan temuan ini kepada pihak maskapai melalui Station Manager, yang turut menegaskan bahwa barang tersebut tidak dapat diangkut.
Advertisement
Selain itu, pihak Imigrasi dan Bea Cukai juga dilibatkan dalam proses pemeriksaan administrasi, dokumen perjalanan, serta pengawasan terhadap barang bukti. Keterlibatan berbagai instansi ini memastikan penanganan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Advertisement
Keberhasilan pencegahan penyelundupan sampel nikel ini menunjukkan kesiapan dan sinergi yang kuat antara berbagai pihak yang bertugas di Bandara Khusus Weda Bay. Kolaborasi antara Satgas TNI AU, Avsec bandara, Imigrasi, Bea Cukai, serta pihak maskapai penerbangan menjadi kunci utama.
Sinergi ini penting untuk menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan di wilayah tersebut. Dengan demikian, potensi ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil dapat dicegah secara efektif.
Langkah proaktif dalam mendeteksi dan menindak barang berbahaya seperti sampel nikel ini menegaskan komitmen seluruh pihak terkait. Mereka berupaya menciptakan lingkungan penerbangan yang aman dan terjamin bagi seluruh penumpang dan kru pesawat.
Advertisement
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi seluruh penumpang untuk selalu mematuhi peraturan penerbangan terkait barang bawaan. Pemahaman akan kategori barang berbahaya sangat krusial untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan dan mendukung kelancaran operasional bandara.
Sumber: AntaraNews