Tepis 'Retak' dengan Golkar, PDIP Bilang 'No Hard Feeling to Party'

Kamis, 2 Juli 2020 15:53 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Tepis 'Retak' dengan Golkar, PDIP Bilang 'No Hard Feeling to Party' Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Hubungan PDIP dan Partai Golkar di koalisi pemerintah Jokowi-Ma’ruf tengah menjadi sorotan. Ditambah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel melihat kinerja para menterinya. Salah satu yang jadi sorotan bidang ekonomi, yang dipimpin Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Sekretaris Fraksi PDIP di DPR, Andreas Hugo Pareira mengatakan, faktanya memang kinerja ekonomi yang menjadi sorotan Jokowi dalam rapat kabinet 18 Juni lalu. Dalam rapat itu, Jokowi mengaku jengkel, sampai ancam bakal melakukan reshuffle.

Namun Andreas menegaskan, persoalan ini jangan dilihat dari perspektif partai politik di kabinet. Menurut dia, masalah yang terjadi memang di ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

“Setahu saya enggak ada perang dingin atau panas. Kita bicara fokus pada masalah. No hard feeling to someone or partys,” jelas Andreas saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/7).

Andreas menyinggung kembali pidato Jokowi berkaitan dengan evaluasi OECD yang berdampak pada ekonomi. Dari sini, PDIP memang melihat, kondisi ekonomi memang perlu treatment khusus dari kabinet.

“Jadi ini bukan masalah antar partai, ini fakta,” tambah dia lagi.

Namun saat disinggung, apa solusi PDIP yang ditawarkan untuk memulihkan kondisi ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19, apa dengan melakukan reshuffle menteri bidang ekonomi, Andreas menolak komentar.

Andreas paham betul bahwa persoalan reshuffle kabinet merupakan hak penuh dari Presiden Jokowi. “Itu wilayah presiden. Kita hormati hak prerogatif presiden,” tegas Andreas lagi.

Baca Selanjutnya: Jokowi Jengkel...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini