Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting (PRC) Rio Prayogo merilis hasil survei mengenai kontestasi Pilpres 2024. Hasilnya, masyarakat lebih cenderung menginginkan calon presiden 2024 gabungan unsur militer dan sipil.
"Yang paling menarik temuannya adalah keinginan masyarakat terhadap pemimpin yang ada unsur militer. Yang kedua adalah sipil," ujar Rio di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2).
Dia mengatakan, pasangan militer-sipil disukai sekitar 30,4 persen responden. Untuk pasangan sipil-militer 14,2 persen dan pasangan laki-laki dan perempuan sebesar 11,5 persen.
"Ketika diuji di 30 nama besar, Prabowo unggul, ada juga nama Andika Perkasa, Gatot Nurmantyo, dan AHY. Kemudian sipil. Sipil itu bisa profesional bisa kepala daerah, di situ ada Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan," kata dia.
Menurutnya, responden yang memilih Prabowo 17,3 persen, AHY 5,4 persen, Gatot Nurmantyo 2,0 persen, Andika Prakasa 1,3 persen. Sementara Sandiaga Uno dengan jumlah 9,1 persen, Ganjar Pranowo 8,8 persen, Anies Baswedan 7,98 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama 5,2 persen.
Hasil tersebut berdasarkan survei dengan responden sebanyak 2.197 yang tersebar di 220 desa atau kelurahan. Survei dilakukan dengan wawancara langsung atau face to face.
"Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of eror sebesar 2,13 persen," kata dia.
Advertisement
Di tempat berbeda, Indo Barometer merilis survei Januari 2020 mengenai kontestasi Capres 2024. hasilnya menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden untuk Pilpres 2024. Hal itu dilakukan menggunakan pernyataan tertutup.
Dalam simulasi 22 nama, dukungan publik tertinggi jatuh kepada Prabowo Subianto sebesar 22,5 persen, disusul Anies Baswedan 14,3 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 8,1 persen, Ganjar Pranowo 7,7 persen dan Tri Rismaharini 6,8 persen.
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, keunggulan Prabowo terjadi karena Jokowi tidak ikut lagi bertarung di Pilpres 2024.
"Keunggulan Prabowo terjadi jika tidak ada nama Jokowi. Jika nama Jokowi masuk ke dalam simulasi 23 nama, maka Jokowi masuk urutan pertama dengan angka 32,2 persen, kemudian disusul Prabowo Subianto 17,5 persen, Anies Baswedan 9,7 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 6,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,3 persen, Tri Rismaharini 3,6 persen," kata M. Qodari di Jakarta, (23/2).
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com