Samakan Pilpres dengan Perang Badar, Amien Rais provokasi rakyat

Jumat, 30 Mei 2014 03:02 Reporter : Ramadhian Fadillah
Samakan Pilpres dengan Perang Badar, Amien Rais provokasi rakyat Amien Rais. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais yang juga merupakan tim sukses pasangan Capres-Cawapres Prabowo - Hatta berpidato soal perlunya menggunakan spirit perang badar dalam pilpres mendatang. Hal itu dikatakan Amien di Masjid Al Azhar, Jakarta, Selasa (27/5).

"Saya minta umat muslimin itu jangan minta Perang Uhud tapi minta Perang Badar," kata Amien Rais .

Kubu Jokowi-JK menyayangkan ucapan Amien yang menyamakan Pilpres dengan Perang Badar. Hal ini dianggap provokasi yang tak pantas karena menggunakan sentimen agama.

Sebab, kontestasi dalam pilpres ini bukanlah perang yang harus ada yang kalah dan terbunuh dan menang lalu pesta dan hura-hura.

"Jangan menghadap-hadapkan rakyat dengan statement provokasi-provokasi yang mengadu domba rakyat," kata Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi - JK , Abdul Kadir Karding, Kamis (29/5).

 

Menurut Karding, tidak seharusnya Amien Rais yang sudah cukup terkenal menjadi tokoh nasional berpikir sektarian dan berbau SARA. Harusnya semua pihak dan tokoh bangsa ini bisa menjadi katalisator bagi terciptanya suasana kondusif dalam pilpres 2014 mendatang.

"Apalagi dalam pemilu kali ini memang hanya ada 2 pasangan yang berkompetisi secara ketat," kata dia.

 

Karding berharap kompetisi dalam pilpres mendatang berlangsung damai, sejuk dan bersahabat. Pola-pola pendekatan berbau SARA, kampanye hitam dan saling serang baik oleh Capres-Cawapres maupun tim sukses masing-masing harus dijauhi.

"Lebih baik capres dan cawapres serta para tim suksesnya untuk mengedepankan visi-misi dan gagasan serta komitmen membangun bangsa. Bukan mengedepankan serangan-serangan dan black campaign yang tak mendidik dan memanaskan suasana pesta demokrasi kita," tutup Karding. [ian]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini