Denny menyinggung ucapan Sandiaga supaya semua pihak tidak saling serang terkait masalah TGUPP.
Fenomena orang dalam di pemerintahan setelah diungkit Anies Baswedan dalam debat Capres. Namun, pernyataan Anies malah disorot oleh mantan Juru Bicaranya, Anggawira soal orang dalam di TGUPP.
Juru Bicara Sandiaga Uno Bidang Politik, Denny H Suryo Prabowo meminta isu Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) tidak perlu diperpanjang lagi supaya tidak semakin gaduh.
Hal ini menanggapi perdebatan di publik terkait TGUPP yang disebut sebagai praktik orang dalam atau ordal di era Capres nomor urut satu Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta.
Advertisement
"Buat orang yang sempat menikmati kekuasaan jabatan berkat privilese ordal seharusnya paham betul anjuran dari Bang Sandi Uno yang mengajak agar masalah TGUPP tidak perlu diangkat lagi supaya tidak semakin gaduh," tutur Denny dalam keterangannya, Selasa (19/12).
"Jangan sampai karena ingin membela diri, menjadi seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri," ujarnya.
Denny menyinggung ucapan Sandiaga supaya semua pihak tidak saling serang terkait masalah TGUPP. Hal ini supaya tidak ada perpecahan di tengah kontestasi politik.
"Kalau memang tidak salah, kenapa harus resah? Bang Sandi Uno justru mengajak semua pihak untuk tidak saling serang agar tidak ada perpecahan meski di tengah kontestasi politik yang panas," ujarnya.
"Kalau punya etika politik yang baik mestinya menanggapi ajakan positif itu dengan baik. Karena Bang Sandi Uno mengajak semua anak bangsa berkompetisi secara sehat dengan semangat membangun Indonesia agar semakin maju, bukan malah saling memecah belah," sambungnya.
Advertisement
Sementara itu, politikus PPP Sandiaga Uno menanggapi Anggawira, yang menyebut TGUPP bentukan Anies dipenuhi orang dalam atau ordal. Ia menyebut tidak elok menjelang pilpres, satu pihak dengan yang lainnya justru saling mencari kesalahan.
Sandiaga menilai apa yang disampaikan Anies benar setiap pihak harus punya komitmen untuk memberantas korupsi. Ia tak ingin kontestasi politik justru saling memecah belah dan menyalahkan kubu lain.
"Jadi menurut saya, apa yang disampaikan Pak Anies itu adalah merupakan realita dan ini harus kita pastikan ke depan bahwa pemerintahan bersih, bebas korupsi, yang akan diperjuangkan oleh Pak Ganjar dan Mahfud," ucap Sandiaga.
"Seperti yang kita tampilkan hari ini dengan membuat sabun cuci bukan hanya menurunkan biaya hidup, tapi juga memastikan sebuah simbolisasi pemerintahan yang bersih, bebas korupsi. Jangan kita terus terpecah belah saling menyalahkan," tambahnya.
Sandiaga menyebut TGUPP adalah masa lalu. Menurutnya, jika hal tersebut diangkat kembali maka hanya menimbulkan aib.
"TGUPP itu ancient history, sudah masa lalu. Jangan kita angkat-angkat, malu, aib, untuk diangkat-angkat. Mari kita bersatu, apalagi Pak Angga itu juga jubir kita dulu, kita lihatnya ke depan jangan ke belakang," pungkas Sandiaga.
Advertisement
Sebelumnya, Mantan Juru Bicara Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Anggawira membeberkan fenomena 'ordal' atau orang dalam di masa Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Anggawira mengungkap, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan komisaris di sejumlah BUMD DKI Jakarta merupakan bukti bahwa Anies menempatkan ordal di lingkaran kekuasaannya saat menjadi pejabat publik.
"Bu Tatak kan juga orang dalam, TGUPP yang merangkap komisaris LRT, terus dipecat. Jadi apalagi yang harus dikomentari, sudah terang-benderang kok, clean dan clear,"
kata Anggawira dalam keterangannya, Senin (18/12).
Advertisement
merdeka.com