Prabowo Subianto Akhiri Agenda di London, Temui Raja Charles III Bahas Lingkungan

Presiden Prabowo Subianto mengakhiri kunjungannya di London dengan pertemuan kedua bersama Raja Charles III, membahas isu lingkungan dan konservasi gajah, sebelum bertolak ke Davos.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prabowo Subianto Akhiri Agenda di London, Temui Raja Charles III Bahas Lingkungan
Presiden Prabowo Subianto mengakhiri kunjungannya di London dengan pertemuan kedua bersama Raja Charles III, membahas isu lingkungan dan konservasi gajah, sebelum bertolak ke Davos. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan agenda resminya di London, Inggris, dengan pertemuan penting. Ia kembali bertemu Raja Charles III di Istana St. James pada Rabu siang waktu setempat. Pertemuan ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja di ibu kota Inggris.

Sebelumnya, kedua pemimpin telah melakukan pertemuan di Lancaster House pada pagi hari yang sama. Setelah itu, Presiden Prabowo berjalan kaki menuju Istana St. James di tengah hujan ringan, sambil memayungi dirinya sendiri. Raja Charles III juga melakukan hal serupa, menandakan kedekatan lokasi kedua tempat tersebut yang hanya berjarak kurang lebih empat menit waktu tempuh.

Dalam pertemuan tertutup di St. James, pembahasan difokuskan pada berbagai isu lingkungan. Salah satu topik utama yang menjadi sorotan adalah upaya konservasi gajah. Ini menunjukkan komitmen kedua negara terhadap kelestarian alam global, khususnya dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Pertemuan Penting di St. James

Pertemuan kedua antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III di Istana St. James berlangsung secara tertutup untuk wartawan. Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo.

Diskusi utama dalam pertemuan ini meliputi isu-isu lingkungan dan konservasi gajah. Raja Charles III sendiri dikenal memiliki perhatian besar terhadap lingkungan, di mana beliau masih menjabat sebagai pembina (patron) untuk World Wildlife Fund (WWF)-UK. Keterlibatan Raja Charles III dalam WWF telah dimulai sejak beliau masih berstatus sebagai Pangeran.

Kehadiran Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi turut memperkuat fokus pembahasan pada agenda lingkungan. Hal ini mengindikasikan prioritas Indonesia dalam diplomasi internasional terkait isu perubahan iklim dan keberlanjutan.

Rangkaian Agenda Padat di London

Sebelum bertemu Raja Charles III, Presiden Prabowo telah menjalani serangkaian agenda padat di London. Pada Selasa (20/1) siang, beliau menemui Perdana Menteri (PM) Keir Starmer untuk kedua kalinya di kantornya, 10 Downing Street. Pertemuan ini diawali dengan diskusi empat mata, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris.

Setelah itu, Presiden Prabowo melanjutkan pertemuan dengan Wakil PM Inggris David Lammy. Pertemuan ini diselingi dengan acara jamuan makan siang yang diselenggarakan oleh Wakil PM Inggris. Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga bertemu dengan perwakilan CEO dari Indonesia-Inggris, membahas potensi kerja sama ekonomi dan investasi.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Russell Group, sebuah kelompok yang terdiri dari 24 universitas terkemuka di Inggris. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui kolaborasi akademik.

Menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos

Selepas menuntaskan agenda di Istana St. James, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melanjutkan perjalanan ke bandara. Beliau akan terbang menuju Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).

Di Davos, Presiden Prabowo akan menjadi salah satu pembicara utama. Beliau dijadwalkan akan memberikan pidato khusus (special address) pada Kamis (22/1). Partisipasi ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam forum ekonomi global dan komitmennya terhadap kerja sama internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi