Mendekati 80 Persen, Survei Poltracking Ungkap Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Capai 78,3 Persen

Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 78,3 persen, angka yang terbilang tinggi. Apa saja faktor pendorongnya dan bagaimana dengan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendekati 80 Persen, Survei Poltracking Ungkap Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Capai 78,3 Persen
Presiden RI Prabowo Subianto dengan percaya diri menyatakan pemerintahannya telah capai janji kepada rakyat Indonesia dalam satu tahun. Simak detail lengkap klaim berani ini dan apa saja yang disoroti! (AntaraNews)

Jakarta, 19 Oktober – Hasil survei terbaru dari Poltracking Indonesia mencatat bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menunjukkan kepuasan tinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 78,3 persen responden menyatakan puas dengan kepemimpinan Presiden dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Angka ini merupakan gabungan dari 9,7 persen responden yang sangat puas dan 68,6 persen yang cukup puas.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan tersebut tergolong tinggi karena melampaui ambang batas 70 persen. "Tingkat kepuasan kepada Prabowo sebagai presiden adalah 78,3 persen. Angka yang relatif terbilang tinggi karena di atas 70 persen, bahkan ini mendekati angka 80 persen," ujar Hanta dalam rilis survei secara daring yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 10 Oktober 2025, menggunakan metode multistage random sampling dengan ambang batas galat sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Mayoritas publik merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto, dengan total 78,3 persen. Angka ini terdiri dari 9,7 persen responden yang mengaku sangat puas dan 68,6 persen yang merasa cukup puas. Sementara itu, 19,2 persen responden menyatakan tidak puas, dengan rincian 17,5 persen kurang puas dan 1,7 persen sangat tidak puas.

Beberapa alasan utama yang mendorong kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo meliputi figur kepemimpinannya yang dinilai tegas, berani, dan bertanggung jawab, dengan persentase 22,9 persen. Selain itu, bantuan sosial yang bermanfaat juga menjadi faktor penting dengan 13,4 persen. Kedekatan dengan rakyat dan pembelaan kepentingan rakyat kecil menyumbang 11,4 persen.

Faktor lain yang turut berkontribusi pada kepuasan adalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dianggap lebih baik (9,2 persen), serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 8,5 persen. "Ini lima alasan tertinggi mengapa kinerja Prabowo sebagai presiden diapresiasi atau dipersepsikan positif atau dianggap memuaskan oleh publik," tambah Hanta.

Evaluasi Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selain kinerja individu Presiden, Poltracking Indonesia juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara keseluruhan. Hasilnya menunjukkan 78,1 persen responden mengaku puas, sementara 19,3 persen menyatakan tidak puas. Dari yang puas, 9,8 persen sangat puas dan 68,3 persen cukup puas.

Sebaliknya, dari responden yang tidak puas, 17,3 persen merasa kurang puas dan 2 persen sangat tidak puas. Alasan utama kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran meliputi kepemimpinan yang tegas dan berwibawa (18,8 persen), bantuan pemerintah yang tepat sasaran (12,3 persen), serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) (10,4 persen). Pencegahan dan pemberantasan korupsi (8,1 persen) dan kinerja yang terbukti (6,2 persen) juga menjadi faktor penting.

Di sisi lain, responden yang tidak puas menyampaikan beberapa alasan krusial. Ekonomi yang belum stabil menjadi keluhan terbesar dengan 26,7 persen, diikuti oleh bantuan yang tidak tepat sasaran (15,7 persen). Kasus korupsi (8,9 persen), harga kebutuhan pokok yang mahal (7 persen), dan kurangnya lapangan kerja (6,3 persen) juga menjadi poin ketidakpuasan. "Lima alasan ini yang kami rekam penting masukan buat pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkas Hanta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi