Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama Wakil Wali Kota Wartono baru-baru ini memaparkan capaian 100 hari kerja kepemimpinan mereka. Paparan ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Mereka dilantik pada 21 Juni 2025 dan telah menunjukkan berbagai program nyata.
Acara silaturahmi tersebut digelar bersama warga Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, pada Sabtu (04/10). Dalam kesempatan itu, Lisa Halaby menyampaikan bahwa banyak program kerja telah berhasil dijalankan. Program-program ini dinilai efektif dalam melayani serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Banyak program kerja yang telah kami jalankan dan dinilai berhasil sebagai bentuk kerja nyata pemerintah dalam melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru,” ujar Lisa. Paparan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan visi Banjarbaru yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Salah satu program prioritas yang disorot dalam 100 hari kerja Wali Kota Banjarbaru adalah "Barakat Gawi Banjarbaru". Program ini berfokus pada renovasi rumah tidak layak huni. Tujuannya agar warga dapat menempati hunian yang sehat dan layak, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka.
Selain renovasi rumah, Pemkot Banjarbaru juga meluncurkan program "Semangat Bersekolah". Program ini menyediakan pembagian seragam sekolah gratis. Bantuan tersebut ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, memastikan akses pendidikan yang lebih merata.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kesejahteraan sosial. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Selain itu juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan anak-anak di Banjarbaru.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, program strategis lainnya mencakup normalisasi sungai dan drainase. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda beberapa wilayah. Normalisasi ini penting untuk perlindungan infrastruktur kota.
Pemerintah kota juga memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini dilakukan melalui pelatihan intensif bagi petugas. Selain itu, penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai juga menjadi fokus utama.
Penanganan bencana alam menjadi prioritas untuk melindungi warga. Langkah-langkah preventif dan responsif ini menunjukkan keseriusan Pemkot. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh penduduk Banjarbaru.
Advertisement
Advertisement
Di sektor kesehatan, Pemkot Banjarbaru menghadirkan layanan cepat tanggap dengan mobil ambulans gratis bagi masyarakat. Program pencegahan stunting juga digalakkan melalui pemberian makanan bergizi. Ini diberikan kepada ibu hamil dan anak-anak untuk memastikan tumbuh kembang optimal.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, Pemkot Banjarbaru secara rutin menggelar operasi pasar murah bersubsidi. Kegiatan ini membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Hal ini penting untuk menekan laju inflasi.
Revitalisasi taman kota, median jalan, dan penerangan umum juga menjadi bagian dari program 100 hari kerja. Penataan jaringan kabel internet, pengelolaan persampahan, serta penertiban bangunan liar turut dilakukan. Ini bertujuan menciptakan kota yang lebih tertata dan modern.
Advertisement
Guna memperkuat sektor ekonomi lokal, Pemkot mendorong pemberdayaan UMKM. Program ini mencakup pembinaan, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku usaha kecil dan menengah khas Banjarbaru. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di pasar.
Advertisement
Program lain yang dijalankan termasuk pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam pelayanan publik juga menjadi perhatian. Pengendalian belanja daerah dilakukan agar tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.
Pemkot juga menjalankan program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba). Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkotika. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan yang aman dan sehat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Wali Kota Lisa Halaby menegaskan bahwa capaian 100 hari kerja ini adalah pijakan awal. Ini merupakan langkah menuju Banjarbaru Emas, yang merupakan singkatan dari Elok, Maju, Adil, Sejahtera. Visi ini menjadi panduan utama kepemimpinan mereka.
Advertisement
“Saya beserta Pak Wartono dan jajaran Pemkot Banjarbaru ingin mempererat tali silaturahmi dengan warga, sekaligus mendengar langsung saran dan kritik untuk kemajuan Kota Banjarbaru ke depan,” ujar Lisa. Kegiatan silaturahmi ini akan berlanjut ke empat kecamatan lainnya, menunjukkan komitmen terhadap partisipasi publik.
Sumber: AntaraNews