Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyikapi dinamika situasi terkini. Imbauan ini disampaikan setelah terjadinya aksi anarkis di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyebabkan kerusakan signifikan. Beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di tengah berbagai gejolak yang mungkin timbul.
Peristiwa anarkis tersebut terjadi pada Jumat malam, di mana massa yang semula berdemonstrasi di depan Markas Polda Jateng merangsek masuk ke area Kantor Gubernur Jateng. Mereka berhasil merobohkan pintu gerbang belakang yang berdekatan dengan Polda, kemudian melakukan pembakaran dan perusakan. Insiden ini menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit, termasuk fasilitas publik dan aset warga.
Gubernur Luthfi, yang juga merupakan mantan Kapolda Jateng, sangat menyesalkan insiden tersebut dan meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online dalam insiden demonstrasi di Jakarta. Pesan utamanya adalah agar masyarakat tidak terpengaruh oleh provokasi yang justru dapat merugikan semua pihak.
Advertisement
Advertisement
Pesan Tegas Gubernur untuk Kondusivitas Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas meminta masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga Kondusivitas Jawa Tengah. Beliau menekankan bahwa provokasi hanya akan merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas yang selama ini telah terbangun dengan baik. Sebagai mantan Kapolda, beliau memahami betul dinamika keamanan dan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Pesan ini disampaikan langsung di Semarang, menyikapi insiden anarkis yang terjadi di Kantor Pemerintah Provinsi Jateng. Gubernur Luthfi berharap masyarakat dapat menyaring informasi dengan bijak dan tidak mudah diadu domba. Kondusivitas Jawa Tengah adalah tanggung jawab bersama, dan setiap individu memiliki peran penting untuk mewujudkannya.
Beliau juga menyoroti bahwa aksi anarkis tersebut tidak hanya merusak fasilitas milik pemerintah, tetapi juga merugikan usaha kecil seperti kantin yang merupakan mata pencarian warga. Ini menunjukkan bahwa tindakan provokatif dapat berdampak luas dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, imbauan untuk tetap tenang sangat relevan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Aksi Anarkis dan Langkah Pemprov
Aksi anarkis yang terjadi di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah. Tiga unit mobil, baik berplat merah maupun hitam, hangus terbakar, dan sejumlah mobil lain di sekitarnya juga mengalami kerusakan. Selain itu, kantin yang menjadi tempat usaha warga turut menjadi sasaran perusakan dan pembakaran, menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.
Massa pengunjuk rasa berhasil masuk ke area kantor gubernur melalui pintu belakang yang berdekatan dengan Markas Polda Jateng. Mereka merobohkan gerbang utama, menunjukkan tingkat agresivitas yang tinggi dalam aksi tersebut. Kejadian ini tentu sangat disayangkan, mengingat upaya Pemprov Jateng dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Luthfi segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan pembersihan puing-puing kebakaran, pecahan kaca, dan batu yang berserakan. Beliau menekankan pentingnya kerja bakti malam itu juga agar pelayanan publik pada keesokan harinya tidak terganggu. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemprov untuk memulihkan kondisi dan memastikan aktivitas pemerintahan berjalan normal.
Advertisement
Advertisement
Belasungkawa dan Seruan Menjaga Ketenteraman
Di tengah imbauan menjaga Kondusivitas Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyampaikan empati dan keprihatinan yang mendalam atas meninggalnya Affan Setiawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), dalam aksi demo di Jakarta. Beliau menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum atas musibah yang terjadi. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko yang mungkin timbul dalam setiap aksi massa.
Tragedi ini menambah urgensi seruan Gubernur agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh gejolak demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. Menjaga ketenteraman dan menghindari tindakan anarkis adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap aspirasi dapat disampaikan secara damai dan konstruktif. Kondusivitas Jawa Tengah harus menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen masyarakat.
Luthfi kembali menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Dengan tetap tenang dan tidak terpengaruh provokasi, masyarakat dapat berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan dan pelayanan publik dapat terus berjalan tanpa hambatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews