Bila Megawati Bertemu Prabowo, PDIP Tegas Tetap Berada di Luar Koalisi Pemerintah

Pertemuan kedua tokoh tersebut sejatinya bertujuan baik. Karena akan memberikan kesejukan bagi bangsa.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Bila Megawati Bertemu Prabowo, PDIP Tegas Tetap Berada di Luar Koalisi Pemerintah
Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristanto saat berdialog dengan elemen muda di DPP PDIP, Jakarta, Senin (7/1). Acara tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-46 PDI Perju (© 2025 Liputan6.com)

Isu pertemuan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto mencuat usai acara HUT PDIP pada 10 Januari 2025 silam. Walaupun kedua ketua umum parpol itu bertemu, bukan berarti PDIP akan masuk dalam koalisi pemerintah.

"Saya menangkap jangan dikerangkakan dalam kerangka mau koalisi. Berikan kesempatan pertemuan kedua beliau original, enggak usah didesain, enggak usah terlalu dikonstruksikan untuk masuk kabinet misalnya," kata politikus PDIP Aria Bima, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, (12/1). 

Dia mengatakan pertemuan kedua tokoh tersebut sejatinya bertujuan baik. Karena akan memberikan kesejukan bagi bangsa.

"Pertemuan itu baik, apalagi dengan tujuan yang baik antara kedua tokoh akan memberikan kesejukan dalam program dinamika bangsa ini ke depan," ucap Aria.

Pertemuan Dua Sahabat

Banner Pertemuan Prabowo dan Megawati
Banner Pertemuan Prabowo dan Megawati (Liputan6.com/Triyasni) @ 2023 merdeka.com

Dia meyakini Megawati dan Prabowo akan bertemu. Terlebih Ketua Umum PDIP dan Ketua Umum Partai Gerindra itu tak ada persoalan, bahkan bersahabat.

"Menurut saya, saya yakin pasti akan ketemu. Kalau pertemuan itu terjadi, maka ada pertalian batin dan pertalian pikiran antara Ibu Mega dan Pak Prabowo," tutur Aria.

Rindu Nasi Goreng Megawati

Megawati dan Prabowo
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (kiri) tertawa bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan dan makan siang bersama di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah) @ 2023 merdeka.com

Sebelumnya, Megawati mengaku dibisiki bahwa ada seseorang yang ingin kembali dibuatkan nasi goreng. Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya di acara hari ulang tahun (HUT) ke-52 PDIP, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Januari 2025.

Menu nasi goreng pernah disajikan Megawati saat pertemuan dengan Prabowo pada Rabu, 24 Juli 2019. Kala itu, Prabowo bertandang ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Namun, permintaan itu urung dilakukan lantaran dirinya tengah mumet. Soal pertemuan, dia sejatinya bisa mengirimkan orang kepercayaannya.

"Bu, ada yang udah minta nasi goreng. Oh, nasi goreng. Aku aja lagi mumet, anak-anakku banyak yang enggak jadi. Lah gitu loh. Emangnya enggak boleh, boleh lah. Tapi kan prinsip. Kalau aku perlu situ kan enggak perlu ketemu toh. Aku bisa kok ngirim orang. Sampe. Gitu loh. Itu apa namanya, strategi politik. Ngono wae kok ra iso," kata Megawati.

Rekomendasi