Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bertengger di posisi teratas survei elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta 2024.
"DKI tuh unik, posisinya teratas belum tentu apalagi ini masih melalui pemilu legislatif dan pilpres. Setelah 14 hari itu akan berubah lagi, siapa pemenang di DKI siapa, Pilpres akan terpilih itu juga akan mengkonstruksi pola pikir masyarakat DKI Jakarta," ujar politikus yang akrab disapa Awiek di kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (12/5).
Advertisement
Hasil Survei Ahok Belum Gambarkan Kondisi 2024
Menurut Awiek tingginya elektabilitas Ahok hari ini merupakan hal yang biasa. Belum menggambarkan kondisi Pilkada 2024.
"Kalau hari ini masih ya survei-survei begitu wajar aja biasa-biasa saja tetapi belum menjadi preferensi politik masyarakat DKI Jakarta," ujarnya.
Menurut Awiek, PPP tidak mempertimbangkan Ahok sebagai bakal calon gubernur. Sikap PPP pada 2017 yang mendukung Ahok adalah kubu Djan Faridz ketika dualisme kepengurusan.
"Enggak ada lagi," katanya.
Advertisement
Survei Indikator
Hasil survei Indikator Politik Indonesia mendapati bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi top of mind sebagai calon gubernur (cagub) di kalangan pemilih Ibu Kota. Sebanyak 12,6 persen responden secara spontan menjawab nama Komisaris Utama Pertamina itu ketika ditanyakan siapa cagub pilihan mereka.
"Kita nggak kasih pilihan jawaban apa pun, siapa calon gubernur menurut preferensi warga DKI Jakarta, itu ada 12,6 persen yang secara spontan menyebut Ahok," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin saat memaparkan hasil survei tersebut secara virtual dari Jakarta, Kamis (11/5).
Selain Ahok, sebanyak 7,4 persen responden menyebut Ridwan Kamil, 6,2 persen menyebut Sandiaga Uno, 6 persen menyebut Anies Baswedan, dan 4,4 persen menyebut Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.