Laksamana Sukardi: Anas Urbaningrum Itu Presidential Material

Politikus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Laksamana Sukardi ikut menyambut kebebasan Anas Urbaningrum di Lapas Sukamiskin, Bandung, Selasa (11/4). Dia menegaskan, Anas ibarat legenda Gatot Kaca yang keluar dari kawah candradimuka.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Laksamana Sukardi: Anas Urbaningrum Itu Presidential Material
Anas Urbaningrum Bebas. ©2023 Merdeka.com

Politikus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Laksamana Sukardi ikut menyambut kebebasan Anas Urbaningrum di Lapas Sukamiskin, Bandung, Selasa (11/4). Dia menegaskan, Anas ibarat legenda Gatot Kaca yang keluar dari kawah candradimuka.

Laksamana menegaskan, Anas akan diberikan tempat terhormat di PKN. Bahkan, jika Anas ingin menjadi ketua umum parpol, PKN akan memberikan karpet merah.

"Saya kira Mas Anas akan mendapat posisi yang cukup sangat tinggi di PKN. Dia bisa memilih mau jadi apa," ujar Laksamana di depan Lapas Sukamiskin, Bandung, Selasa (11/4).

Laksamana menegaskan, PKN juga akan menawarkan posisi ketua umum kepada Anas. Menurut dia, Anas memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin PKN.

"Nanti kita tanyakan ke dia, apakah dia Ketua Umum. Karena saya kira memang partai ini dibuat oleh teman-teman Mas Anas untuk menyambut dia, kebebasan beliau," tegas Laksamana.

Sederet elite PKN hadir menyambut langsung kebebasan Anas. Di antaranya, Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika, Bendahara Umum PKN, Mirwan Amir.

Sementara itu, Mirwan mengakui, PKN memang sengaja disiapkan untuk Anas. Menurut dia, arah politik ke depan PKN nantinya bakal ditentukan oleh Anas.

Dia mengibaratkan PKN sebuah perahu. Anas menjadi nahkodanya.

"Nanti terserah Anas," ujar Mirwan.

Laksamana Sukardi mengatakan, Anas Urbaningrum merupakan salah satu presidential material. Menurut dia, saat ini banyak tokoh yang ingin menjadi capres namun dianggapnya nonpresidential material.

"Karbitan, sekarang ada enggak? Kita lihat lah itu pun tidak pernah diuji, boro-boro masuk kawah candradimuka. Saya kira Mas Anas itu presidential material," kata dia.

Sebelumnya, usai bebas, Anas menyampaikan kondisinya tetap baik setelah menjalani masa hukuman selama lebih dari 9 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung.

Dia menyampaikan, semua itu tidak terlepas dari doa keluarga, kolega hingga simpatisan yang terus memberikan dukungan.

"Saya ingin meminta maaf. Maaf kalau ada yang berpikir saya di tempat ini mati membusuk, kalau ada yang berpikir saya menjadi bangkai fisik dan sosial, saya minta maaf itu Alhamdulillah tidak terjadi," kata dia di hadapan simpatisannya, Selasa (11/4).

"Saya mohon maaf kalau ada yang berpikir saya lama disini, kalau ada yang berpikir dengan waktu (masa tahanan) yang lama itu bisa memisahkan saya dengan sahabat seperjuangan, (pikiran) itu seperti tidur di siang bolong," ia melanjutkan.

Rekomendasi