Ketum PPP Suharso Didesak Mundur, PAN Yakin Tidak akan Ganggu KIB

KIB telah menyusun agenda bersama ke depan. Masih dalam rangka penguatan koalisi, dalam waktu dekat akan digelar konsolidasi antar partai politik di KIB.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Ketum PPP Suharso Didesak Mundur, PAN Yakin Tidak akan Ganggu KIB
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meyakini kisruh di internal PPP tidak akan mempengaruhi terhadap kerjasama yang telah dibangun dalam Koalisi Indonesia Bersatu. Eddy meyakini KIB tetap solid mengerjakan agenda kerja sama koalisi ke depan.

"Saya tentu tidak berhak mengomentari permasalahan di internal partai jadi saya kira saya belum bisa jawab sendiri. KIB hari ini sangat solid sangat solid," kata Eddy di Jakarta, Rabu (31/8).

KIB telah menyusun agenda bersama ke depan. Masih dalam rangka penguatan koalisi, dalam waktu dekat akan digelar konsolidasi antar partai politik di KIB.

Setelah beberapa waktu lalu PAN menjadi tuan rumah, berikutnya PPP menjadi tuan rumah menggelar konsolidasi di Semarang.

"Agenda-agenda ke depan kita sudah kita susun saya sampaikan dalam waktu dekat ini akan ada chapter-chapter berikutnya seperti apa yang disampaikan pak Zul mudah-mudahan tidak lama lagi pertemuan pertama diinisiasi oleh Golkar kedua oleh Surabaya oleh PAN ketiga oleh PPP," jelas Eddy.

Sebelumnya, Tiga Majelis PPP yang terdiri dari Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan kembali mengirimkan surat kedua yang meminta Suharso Monoarfa untuk mengundurkan diri posisi Ketum DPP PPP.

Dalam surat tertanggal 24 Agustus 2022 tersebut, ketiga majelis meminta Suharso untuk mundur. Pengiriman surat kedua ini karena sebelumnya, surat pertama dari tiga majelis tak direspons.

"Permintaan pengunduran ini kepada saudara Suharso Monoarfa ini semata hanya untuk kebaikan kita bersama sebagai pengemban amanah dari pendiri PPP," bunyi keterangan tertulis surat tersebut Senin (29/8).

Surat tersebut ditandatangani Ketua Majelis Syariah KH Mustofa Aqil Siroj, Ketua Majelis Kehormatan KH Zarkasih Nur, dan Ketua Majelis Pertimbangan Muhamad Mardiono. Surat juga ditandatangai putra almarhum KH Maimoen Zubair yaitu KH Abdullah Ubab Maimoen Zubair dan juga KH Ahmad Haris Shodaqoh, KH Muhyidin Ishaq, KH Fadlolan Musyaffa'.

Rekomendasi