Survei: Kepuasan Publik ke Jokowi Turun jadi 59,9%, Efek Minyak Goreng Luar Biasa

Pada Januari 2022, tren kepuasan publik ke Jokowi mencapai 75,3 persen, Februari 2022 71,7 persen.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Survei: Kepuasan Publik ke Jokowi Turun jadi 59,9%, Efek Minyak Goreng Luar Biasa
jokowi dan maruf di tangerang. ©2019 Merdeka.com/liputan6.com

Survei Indikator Politik Indonesia memperlihatkan penilaian publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengalami penurunan. Jokowi hanya memiliki tingkat kepuasan kinerja 59,9 persen pada April 2022. Responden yang menyatakan tidak puas 38,6 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, terjadi penurunan tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi. Pada Januari 2022, tren kepuasan publik ke Jokowi mencapai 75,3 persen, Februari 2022 71,7 persen.

"Trennya memang ada penurunan. Jadi kalau kita cek waktu kita survei di awal Januari 2022, saat itu masyarakat yang puas 75,3%," ujar Burhanuddin saat pemaparan hasil survei secara daring, Selasa (26/4).

Burhanuddin mengatakan, penurunan tingkat kepuasan terhadap Jokowi belum berhenti, meski masih lebih tinggi yang puas.

Momentum penurunan tingkat kepuasan kinerja Jokowi disebabkan masalah kenaikan harga sembako juga masalah kelangkaan minyak goreng. Alasan utama kebutuhan pokok menjadi sumber turunnya kepuasan kinerja dipilih 38,9 persen responden. Sementara ada 9,7 persen menganggap pemerintah kurang berpihak pada rakyat kecil dan 8 persen pemberian bantuan tidak rata.

"Jadi minyak goreng jangan underestimate ya. Minyak goreng memang terkesan sederhana tetapi efeknya luar biasa," jelas Burhanuddin.

Sementara itu, penilaian kinerja terhadap Wapres Ma'ruf Amin juga rendah. Yang puas tidak mencapai angka 50 persen, tepatnya berada di angka 45,2 persen. Responden yang tidak puas terhadap kinerja Ma'ruf mencapai 45,4 persen.

"Kepuasan terhadap kinerja Wapres menurun, sehingga saat ini terbelah antara yang cenderung puas dan tidak puas dengan kerja Wapres Ma'ruf Amin," jelas Burhanuddin.

Indikator menggelar survei tatap muka pada 14-19 April 2022. Penarikan sample menggunakan metode multistage random sampling dengan basis sampel 1.220 responden. Survei memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen.

Rekomendasi