Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku tidak ada pertemuan partai koalisi membahas anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027.
Hal ini menanggapi pesan berantai yang berisi kesepakatan partai koalisi terkait nama-nama anggota KPU dan Bawaslu yang akan dipilih. Disebutkan dalam pesan tersebut partai koalisi mengambil kesepakatan di Hang Tuah, Selasa (15/2) malam
"Enggak, enggak ada," kata politikus yang akrab disapa Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2).
Cak Imin mengaku belum mendapatkan laporan dari Komisi II terkait proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU dan Bawaslu. Ia mengaku tidak tahu soal daftar nama yang sudah disepakati seperti dalam pesan berantai.
"Saya enggak tau, itu masih digodok di Komisi II. Saya ga dapat laporannya," katanya.
Advertisement
Sebelumnya beredar pesan berantai yang menyebutkan nama anggota KPU dan Bawaslu yang disepakati partai koalisi. Tertulis nama organisasi dan partai yang mendukungnya. Pesan semacam ini juga pernah beredar ketika uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU dan Bawaslu RI dimulai pada Senin (14/2). Pesan itu dikirim oleh akun anonim melalui aplikasi pesan WhatsApp.
Begini bunyi pesan berantai tersebut:
Final KPU-Bawaslu hasil rapat partai koalisi di Hang Tuah, Selasa malam (15/02).
KPU :
1. Parsadaan Harahap (HMI/Golkar)
2. Hasyim Asyari (Ansor/PMII/PKB)
3. Betty Epsilon (HMI/Nasdem)
4. I Dewa Kade (GMNI/PDIP)
5. Yulianto Sudrajat (GMNI/PDIP)
6. Yessy Momongan (GAMKI/Gerindra)
7. Viryan (HMI/Gerindra)
Bawaslu :
1. Rahmat Bagja (HMI/Golkar)
2. Fuadi (HMI/Gerindra)
3. Totok (GMNI/PDIP)
4. Aditya Perdana (HMI/Nasdem)
5. Mardian (PMII/PKB)