Soal Usulan RS Khusus Pejabat, Demokrat Ingatkan Situasi Negara Sedang Berat

Semua pihak seharusnya memahami kondisi negara di tengah lonjakan kasus Covid-19. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Bukan soal usulan RS khusus pejabat.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Soal Usulan RS Khusus Pejabat, Demokrat Ingatkan Situasi Negara Sedang Berat
AHY dan herzaky mahendra. ©2020 Merdeka.com

Partai Demokrat angkat bicara terkait usulan Wasekjen DPP PAN Rosaline Irine Rumaseuw mengenai RS penanganan Covid-19 khusus pejabat negara. Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, semua pihak seharusnya memahami kondisi negara di tengah lonjakan kasus Covid-19.

"Situasi negara kita saat ini memang sedang berat-beratnya. Covid-19 memang sedang ganas-ganasnya dengan berbagai variannya," ujar Herzaky kepada merdeka.com, Kamis (8/7).

Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Bukan soal usulan RS khusus pejabat. Sebab, sudah banyak berita duka datang menghampiri. Duka dari keluarga, sahabat, rekan kerja, dan tetangga maupun lingkungan sekitar. Kondisi di ruang perawatan RS juga tak kalah mengkhawatirkan. Krisis oksigen menghantui.

"Karena kita tahu, tak sedikit pasien positif covid-19 yang tidak kebagian oksigen, tidak kebagian tempat di ICU, maupun tidak kebagian kamar rawat inap di rumah sakit," jelasnya.

Demokrat melihat, seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan perawatan terbaik. Bukan hanya pejabat negara saja.

"Bagi kami, Partai Demokrat, tiap nyawa itu sangat berharga, siapapun itu, baik rakyat kecil maupun pejabat. Tentunya semua patut mendapatkan pertolongan terbaik tanpa ada kecuali," tegasnya.

Sebelumnya, Wasekjen DPP PAN Rosaline Irine Rumaseuw mengusulkan adanya rumah sakit khusus pejabat negara. Menurutnya, pemerintah lupa menyediakan fasilitas kesehatan untuk pejabat negara ketika virus corona merebak.

"Pemerintah lupa bahwa harus menyediakan fasilitas kesehatan buat pejabat negara. Saya tahu ada RSPAD. Tapi begitu corona lahir, kementerian kesehatan harus mulai waspada. harus sudah mulai waspada," ucapnya dalam acara rilis survei persepsi netizen terhadap penanganan Covid-19 pada Rabu (7/7).

Menurutnya, pejabat negara harus diistimewakan. Sebab, mereka memikirkan negara dan rakyatnya. Dia sedih pejabat harus datang ke emergency rumah sakit hingga terlunta-lunta.

"Saya sedih, saya hadapi, sampai saya punya satu teman, komisi II, tiga hari lalu baru meninggal. Saya sampai mengemis-ngemis saya punya ketua fraksi PAN, saya punya teman dari wakil ketua komisi IX, saya punya ketua umum PAN semua mengemis-ngemis ke (RS) Medistra sampai ada ruangan. itu sampai segitunya," ungkapnya.

Maka dari itu, Rosaline mendorong adanya rumah sakit khusus pejabat negara. Ia peduli terhadap kesehatan rekan-rekannya di DPR.

"Saya minta perhatian kepada pemerintah, bagaimana caranya harus ada RS khusus buat pejabat negara. segitu banyak orang dewan kok tidak memikirkan masalah kesehatannya," ucapnya.

PAN Minta Maaf

Partai Amanat Nasional meminta maaf atas usulan Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw soal perlunya rumah sakit khusus untuk pejabat. Jubir PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, Rosaline Rumaseuw tidak mewakili partai.

"PAN mengucapkan permintaan maaf atas pernyataan dokter Rosaline karena hal itu bukan dan tidak mewakili sikap partai," kata Viva lewat keterangannya, Kamis (8/7).

Di sisi lain, Viva memahami keprihatinan yang dirasakan Rosaline. Menurutnya, Rosaline mengusulkan itu lantaran rekannya meninggal akibat kesulitan cari rumah sakit.

"Di samping itu dokter Rosaline masih merasa sedih karena ada John Mirin, anggota fraksi PAN DPR RI, Daerah Pemilihan Papua, dan beberapa kawannya di partai politik lain meninggal karena tidak tertangani lebih cepat di rumah sakit yang memang kondisinya sudah full capacity saat itu," ungkapnya.

Rekomendasi