Anggota Demokrat versi KLB, Ilal Ferhard mengatakan, kader partainya siap menjadi menteri jika diminta oleh Presiden Joko Widodo. Namun, kata dia, hal tersebut sepenuhnya hak prerogatif presiden.
"Apabila Pak Presiden melihat kader kami di kepengurusan ada yang kapabel dan kemampuan untuk menjadi seorang menteri nah itu lain cerita, itu kan hak prerogatif Pak Ketum atau Pak Presiden untuk menunjuk kader kita nanti tapi kita tidak mau fokus membicarakan ke hal sana," katanya, Rabu (10/3).
Menurutnya, Demokrat lebih bagus jika mendukung pemerintah. Sebab, program-program Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang masih tertunda bisa dilanjutkan.
"Sebenarnya kalau kita pro pemerintah malah lebih bagus artinya Demokrat melanjutkan sesuai dengan tagline kita lanjutkan, melanjutkan program program SBY yang tertunda kan, malah lebih bagus," ucapnya.
Meski demikian, Ilal menegaskan, pihaknya tak pernah mengharapkan jatah posisi menteri. Terlebih, saat ini Ketumnya Moeldoko sudah menjabat Kepala Staf Presiden dan jelas pro pemerintah.
"Kami tidak pernah membicarakan posisi posisi tentang menteri yang kami bicarakan seputar internal partai aja gimana partai ini ke depan bisa besar dan mendongkrak suara di tahun 2024," terangnya.
"Kenapa beliau (Moeldoko) cocok kita pilih karena beliau pun artinya siap memimpin partai ini dan mendongkrak suara partai Demokrat ke depannya," tandasnya.