2 Jam Lagi Ditutup, Jumlah Pemilih di TPS 89 Depok Tak Sampai Setengahnya

"Kurang antusiasnya, tapi kita masih menunggu sampai batas akhir jam 13.00 WIB nanti siang. Kalau sudah lewat dari situ, kita tetap lanjutkan perhitungannya," ujar kata petugas KPPS Ryan.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
2 Jam Lagi Ditutup, Jumlah Pemilih di TPS 89 Depok Tak Sampai Setengahnya
Proses Pemungutan Suara di TPS 89 Kota Depok.. ©2020 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi aturan wajib di Pilkada Serentak 2020. Sebab, pilkada digelar di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air.

TPS 89, Baktijaya, Sukmajaya, Kota Depok misalnya. Petugas wajib memastikan tidak ada kerumunan di sekitar TPS. Lokasi pemungutan suara dibuka sejak pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

"Keamanan dari kepolisian sudah datang pagi dan protokol dijalani dengan baik. Kita juga memastikan tidak boleh ada kerumunan," kata salah satu petugas KPPS TPS 89, Ryan saat dihubungi merdeka.com, Rabu (9/12).

Selain itu untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, kata Ryan, petugas juga melengkapi para pemilih dengan sarung tangan tangan sekali pakai saat proses pencoblosan termasuk tinta yang diteteskan agar menghindari kontak langsung.

Sementara untuk proses pemungutan suara, Ryan menyampaikan sampai dengan pukul 11.00 WIB, total pemilih yang sudah menggunakan hak suaranya baru 116 orang dari total 252 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT).

"Kurang antusiasnya, tapi kita masih menunggu sampai batas akhir jam 13.00 WIB nanti siang. Kalau sudah lewat dari situ, kita tetap lanjutkan perhitungannya," ujar Ryan.

Diketahui, Wali kota Depok Mohamad Idris Abdul Somad menggunakan hak pilihnya di TPS 14 Jatimulya, Kota Depok dan wakilnya Imam Budi Hartono akan menggunakan hak suaranya di TPS 47 di Komplek Acasia, Kelurahan Tirtajaya.

Sedangkan untuk, Calon Wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna akan menggunakan hak pilihnya di TPS 15 dan untuk wakilnya, Afifah mencoblos di TPS 121.

1,2 Juta Pemilih

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok saat ini sudah mulai melakukan distribusi logistik Pilkada Depok 2020 ke tingkat kecamatan. Seluruh kebutuhan logistik sudah dinyatakan aman.

"Logistik kotak suara sudah mulai bergeser ke kecamatan sejak kemarin. Jadi saat ini sedang distribusi dari gudang KPU menuju kecamatan masing-masing di Kota Depok," kata Ketua KPU Depok, Nana Sobharna, Sabtu (5/12).

KPU Depok mendapat kotak suara sebanyak 4.049 unit. Di dalamnya ada 1.262.051 lembar surat suara. Ditegaskan Nana untuk surat suara yang rusak sudah diganti. "Total surat suara ada 1.262.051 lembar. Sudah diganti yang rusak ada 137 lembar," tukasnya.

Sebagai standar pelaksanaan Pilkada di masa pandemi, KPU juga menyiapkan tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan thermogun. Tiap orang yang datang diperiksa suhunya. Jika sesuai dengan ketentuan maka diperbolehkan masuk area TPS. "Iya disiapkan thermogun, baju hazmat juga sudah kita siapin," tambahnya.

Baju hazmat digunakan jika tiba-tiba ada pemilih yang pingsan di lokasi TPS. “Maka sebelum membantu, petugas KPPS sebanyak dua orang akan menggunakan baju hazmat terlebih dahulu. Jadi penggunaannya sangat kondisional,” katanya.

Untuk petugas akan dilengkapi dengan masker, face shield dan sarung tangan. Satu TPS hanya untuk 350 hingga 500 pemilih. “Satu TPS maksimal 500 pemilih tapi rata-ratanya di Kota Depok Itu sekitar 350-450. Total TPS 4.015, kita tambahin 689 TPS,” jelas dia.

Rekomendasi