Pasangan Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa atau JosWi mengklaim bakal memenangkan Pilkada Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan angka yang fantastis. Calon bupati dan wakil bupati yang diusung koalisi Partai Gerindra, PAN, PKS dan PKB itu mengklaim telah menguasai dua per tiga dari 12 kecamatan yang ada.
"Jadi kalau boleh dipresentasi sekitar 75 persen kecamatan ada di tangan. Dengan total margin hampir 2 digit," ujar Ketua Tim Pemenangan Joswi, Eko Sapto Purnomo, Senin (7/12).
Selain itu, lanjut Sapto, masih ada swing voters yang diyakini akan memilih pasangan kader Gerindra dan Muhammadiyah tersebut. Untuk itu, pihaknya saat ini fokus pada pengamanan dan pengawalan kotak suara hingga penghitungan akhir.
"Itu nanti kami yakin, karena masih ada swing voters yang katanya cocok dengan karakternya Joswi," ujar dia.
Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak, pihaknya akan fokus untuk melakukan pengawalan dan pengamanan surat suara. Termasuk mengawasi adanya money politik serta serangan fajar.
"Kita akan mengawasi potensi-potensi terjadinya money politik. Memburu, menangkap dan mengamankan barang bukti dan saksi untuk kemudian dilaporkan sesuai jalurnya. Biar nanti pihak yang berwenang," tandasnya.
Hal tersebut dilakukan, lanjut dia, sebagai bagian dari partisipasi publik untuk mewujudkan Pilkada yang bersih, jujur, adil dan terbebas dari ancaman bahaya money politik.
Menuju hari H pencoblosan, pihaknya juga sudah menyiapkan ribuan saksi yang sudah dibekali dengan materi tertulis maupun pemahaman untuk mengantisipasi setia potensi kejadian di TPS.
"Kita tidak menuduh, tapi ini bagian dari pengamalan suara. Baik adanya penggelembungan suara maupun adanya kecurangan dari oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.
Selain itu, lanjut Sapto, saksi juga dibekali aplikasi ‘SIAP’ (sistem informasi Pilkada) sehingga secara real time bisa kejadian-kejadian di TPS bisa dimonitor selama proses pemungutan suara.
"Kita nanti ada quick count dan pengawalan kotak suara oleh satgas. Setiap pergerakan kotak suara dikawal dan setiap berhentinya kotak suara juga akan dikawal. Dan ini untuk mewujudkan tujuan Pilkada yang jujur, adil dan bersih. Kami mengingatkan semua pihak, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan sekali-sekali coba-coba untuk merusak proses demokrasi ini. Karena kita sudah siap siaga dari A sampai Z,” pungkas Sapto.
Pilkada Sukoharjo akan diikuti oleh dua kontestan. Selain pasangan Joswi dengan nomor urut 2, Pilkada juga diikuti pasangan PDIP Etik Suryani dan Agus Santosa alias EA. Etik Merupakan istri Bupati Sukoharjo yang masih menjabat Wardoyo Wijaya, sedangkan Agus Santoso, belum lama ini telah mengundurkan diri dari jabatan sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo.