Sekjen Gelora: Kader PKS Pindah Karena Merasa Tidak Nyaman Lagi

Mahfuz mengakui, sebagian kader Gelora memang berasal dari PKS. Namun itu bukan hasil mengajak. Tapi, dia menekankan, kader PKS sudah tidak nyaman lagi dengan parpol pimpinan Sohibul Iman tersebut.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Sekjen Gelora: Kader PKS Pindah Karena Merasa Tidak Nyaman Lagi
partai gelora datangi notaris. ©2019 Merdeka.com/twitter fahri hamzah

Partai Gelora membantah telah mengacak-acak internal PKS. Gelora juga menegaskan, tak pernah mengajak kader PKS untuk pindah partai.

Sekjen Gelora Mahfuz Siddik menegaskan, tidak mungkin kader partainya mengajak agar kader PKS pindah partai.

"Gelora baru saja muncul beberapa hari. Kapan dan gimana ngajaknya?" terang Mahfuz kepada merdeka.com, Kamis (14/11).

Mahfuz mengakui, sebagian kader Gelora memang berasal dari PKS. Namun itu bukan hasil mengajak. Tapi, dia menekankan, kader PKS sudah tidak nyaman lagi dengan parpol pimpinan Sohibul Iman tersebut.

Oleh karena itu, sebagai bentuk kekecewaan itu, kader PKS memutuskan untuk pindah partai dan bergabung dengan Gelora yang kini dipimpin Anis Matta.

"Kalau yang gabung di kepengurusan Gelora, sebagiannya mantan kader dan pengurus PKS yang 'tidak nyaman lagi', sebagiannya lagi enggak punya kaitan apapun dengan PKS," tambah Mahfuz.

Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengingatkan, kader PKS yang ingin gabung Partai Gelora, keluar dari partai. Dia tidak ingin ada kader PKS yang main 'dua kaki'.

"Bagi saya pilihan bebas, tapi kalau sudah memilih silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam," kata Tifatul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Tifatul tidak mempermasalahkan jika ada kader PKS yang pindah. Tetapi dia ingin tidak ada pihak yang sengaja mengacak-acak internal partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman itu.

"Silakan saja. Kalau bagi saya sih mereka membuat partai baru monggo, tapi jangan ngacak-acak lagi di sini," ungkapnya.

Menurutnya, setiap partai akan tersinggung apabila kadernya direkrut partai lain. Tifatul pun mencontohkan Partai Demokrat yang 'meradang' saat Deddy Mizwar pindah ke Partai Gelora.

"Jangan kan PKS umpamanya ada seorang aktivis partai Demokrat pun melihat Deddy Mizwar direkrut juga tersinggung kan. Gitu. Buat yang baru seperti PSI misalkan kan fair ide-ide baru tokoh-tokohnya, tokoh baru, ya monggo silakan orang bebas kok berdemokrasi. Ini lagi lihat saja nanti didukung masyarakat atau tidak," ucapnya.

Rekomendasi