Anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus siap mundur jika kinerjanya tidak baik. Hal ini dilakukan untuk membentuk karakter tanggung jawab dari amanah yang diberikan oleh masyarakat.
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, Syaiful Huda menyatakan, kebijakan itu berlaku bagi semua kader PKB yang bertugas di DPRD tingkat kota/kabupaten dan provinsi.
"Kalau jadi anggota dewan hanya ngabsen lalu duduk-duduk saja, saya secara pribadi meminta untuk mundur. Sekali lagi kalau ada anggota DPRD yang hanya mengurus kepentingan diri sendiri, saya minta untuk mengundurkan diri dari sekarang," tegasnya saat dihubungi, Rabu (31/7).
Mereka harus memahami bahwa partai ini dibangun oleh tokoh agama. Pemahaman itu diejawantahkan dalah sekolah politik PKB. Semuanya harus fokus pada konsep anggota terbaik selama menjabat menjadi anggota DPRD.
Soal ini tidak bisa ditawar lagi, untuk itu mulai dari sekarang harus bermutasi diri. Jangan pernah bermain-main dengan mandat rakyat. Semua harus berani dan produktif menjadi pengawas eksekutif.
Ia pun menyoroti para anggota DPRD PKB berlatar belakang santri. Mereka butuh perubahan pola pikir untuk menjadi legislator, tetapi dengan tidak meninggalkan mengaji dan ngurus majlis ta'lim.
"Ketika masuk dewan harus ngerti pemerintahan, fungsi penganggaran. Kuncinya kalau jadi anggota dewan tidak mau belajar berarti sudah mengkhianati nalar publik dan konstituen, menjadi dewan itu harus cerdas," tegasnya.