Hindari Kecurangan Saat Pemilu, Gerindra Mau Masyarakat Awasi Setiap TPS

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat Pemilu 2019. Hal itu agar tak ada kecurangan pada saat Pemilu mendatang.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Hindari Kecurangan Saat Pemilu, Gerindra Mau Masyarakat Awasi Setiap TPS
Arief Poyuono. ©2017 google

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat Pemilu 2019. Hal itu agar tak ada kecurangan pada saat Pemilu mendatang.

"Yang pasti kita enggak mau mendahului kehendak Tuhan ya, sudah dipastikan Joko Widodo akan kalah telak oleh Prabowo pada Pilpres 2019," kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (1/3).

"Dan yang saat ini kami kerjakan adalah mengajak masyarakat agar bersama-sama mengawasi TPS-TPS yang kami perkirakan akan banyak dilakukan kecurangan-kecurangan sebagai upaya untuk menggagalkan kemenangan Prabowo-Sandi," sambungnya.

Dia pun mengungkapkan salah satu kecurangan yang diduga akan terjadi nanti yakni dengan melakukan intimidasi terhadap masyarakat bahkan kepada petugas penyelenggara pemilu.

"Kecurangan yang biasa dilakukan oleh setiap incumbent yang elektabilitasnya makin melorot biasanya dengan cara-cara mengintimidasi masyarakat, petugas penyelenggara pemilu di tingkatan TPS hingga KPU," ujarnya.

Menurutnya, hal lain yang dilakukan dengan menggunakan aparatur negara dan infrastruktur kekuasaan untuk menekan dan mengintimidasi masyarakat agar tidak memilih salah satu calon yakni Prabowo-Sandi.

"Hal yang dilakukan biasanya juga menyuap saksi saksi dari lawannya incumbent dengan uang yang lebih besar agar meninggalkan TPS dimana saksi ditugaskan, karena itu kami sedang menyiapkan saksi-saksi di TPS yang militan dan enggak mudah disuap oleh lawan kami," jelasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk bisa berlaku secara netral dan tak mudah menerima bahkan harus menolak suap dalam bentuk apapun.

"Kami berharap pilpres ini langsung umum bebas dan rahasia serta fair dan damai. Mari kita rayakan pesta rakyat pada 17 April 2019 dengan penuh suka cita agar menghasilkan pemimpin negara dan wakil-wakil rakyat yang punya kredibilitas dan sayang rakyat," katanya.

Rekomendasi