Tim Kampanye Nasional (TKN) sudah memiliki strategi untuk mendongkrak elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Salah satunya adalah strategi kampanye mikro ke masyarakat.
"Kita masuk pentahapan kampanye mikro, kampanye mikro targetnya mikro dan canvas politik, Kiai Ma'ruf akan lebih banyak mengunjungi wilayah-wilayah yang didesain untuk porsi Kiai Ma'ruf," kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/1).
Dia menjelaskan kampanye itu akan dilakukan dibeberapa tempat yang masih memiliki pemilih mengambang atau swing voters dan juga undecided voters. Di lingkungan itu mereka akan melakukan canvasing tentang Jokowi-Ma'ruf pada para calon memilih.
Politikus Partai NasDem yakin strategi kampanye mikro akan mempengaruhi elektabilitas. Sebab, kata dia, Jokowi-Ma'ruf akan langsung terjun dan berdialog dengan masyarakat dan berbicara masalah di daerah tersebut.
"Kalau kampanye mikro pasti akan mempengaruhi karena kampanye mikro adalah dialog langsung dengan masyarakat, untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan spesifik, pertanyaan-pertanyaan terkait dengan kasus-kasus itu dalam kampanye mikro," ucapnya.
Terpisah, Wakil Direktur Saksi TKN Achamd Baidowi mengatakan Ma'ruf akan di fokusnya untuk terus menggaet suara pemilih religius.
"Kan di atas 50 persen bukan 50 persen. Nanti Kiai Ma'ruf Amin lebih difokuskan untuk menggarap segmen religius," kata Wakil Direktur Saksi TKN Achmad Baidowi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/1).
Sebelumnya diberitakan, hasil Survei Charta Politika mengungkap Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin belum memberikan efek elektoral yang cukup signifikan untuk Calon Presidennya, Jokowi. Dalam survei itu dikatakan hanya Ma'ruf Amin baru menyumbang 0,2 persen untuk Jokowi.
"Kalau menurut saya sih, memang ada keterbatasan dari variabel personal branding. Dia tidak bisa dipaksakan jadi orang yang berbicara data ekonomi, berbicara milenial, dia adalah ulama yang memiliki segmen tersendiri," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di kantornya, Menteng, Rabu (16/1).
Menurut dia, seharusnya Ma'ruf tidak perlu diangkat ke permukaan secara tinggi. Cukup kata dia, difokuskan pasar-pasar seperti ulama-ulama, NU, dan berbagai pasar santri.
"Minimal bisa memperkuat barisan pemilih Islam dari Pak Jokowi, tetapi kalau memaksa dia jadi electoral di segmen-segmen yang luas itu jadi sulit. Malah berpotensi jadi bumerang," kata Yunarto.