TKN Klaim Ma'ruf Amin Bantu Pertahankan Suara Jokowi di Angka 50 Persen

Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Achmad Baidowi, menilai kehadiran Ma'ruf Amin sebagai cawapres memberi dampak positif untuk elektabilitas Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya untuk menghilangkan label anti Islam hingga Jokowi bisa mempertahankan elektabilitas di angka 50 persen.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
TKN Klaim Ma'ruf Amin Bantu Pertahankan Suara Jokowi di Angka 50 Persen
Jokowi-Maruf Amin. ©2018 Merdeka.com

Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Achmad Baidowi, menilai kehadiran Ma'ruf Amin sebagai cawapres memberi dampak positif untuk elektabilitas Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya untuk menghilangkan label anti Islam hingga Jokowi bisa mempertahankan elektabilitas di angka 50 persen.

"Namun dengan kehadiran Kiai Ma'ruf Amin, tudingan-tudingan tersebut bisa terbantahkan. Sehingga efeknya elektbikitas Jokowi tetap di atas 50 persen," kata Baidowi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/1).

Menurut Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini kehadiran Ma'ruf tidak harus selalu dikaitkan dengan keharusan kenaikan elektabilitas Jokowi. Padahal, kata dia, Ma'ruf memiliki peran penting dalam mempertahankan basis pemilih muslim bagi Jokowi di Pilpres 2019.

"Karena kalau bukan dengan Kiai Ma'ruf Amin maka isu SARA dan tudingan anti ulama dan anti islam akan terus dimainkan," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, hasil Survei Charta Politika mengungkap Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin belum memberikan efek elektoral yang cukup signifikan untuk Calon Presidennya, Jokowi. Dalam survei itu dikatakan hanya Ma'ruf Amin baru menyumbang 0,2 persen untuk Jokowi.

"Kalau menurut saya sih, memang ada keterbatasan dari variabel personal branding. Dia tidak bisa dipaksakan jadi orang yang berbicara data ekonomi, berbicara milenial, dia adalah ulama yang memiliki segmen tersendiri," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di kantornya, Menteng, Rabu (16/1).

Menurut dia, seharusnya Ma'ruf Amin tidak perlu diangkat ke permukaan secara tinggi. Cukup kata dia, difokuskan pasar-pasar seperti ulama-ulama, NU, dan berbagai pasar santri.

"Minimal bisa memperkuat barisan pemilih Islam dari Pak Jokowi, tetapi kalau memaksa dia jadi electoral di segmen-segmen yang luas itu jadi sulit. Malah berpotensi jadi bumerang," kata Yunarto.

Rekomendasi