Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade meminta para pendukung meminta maaf kepada rapper Marzuki Mohammad atau akrab disapa Kill The DJ. Hal ini menyusul pengubahan lirik lagu 'Jogja Istimewa' karya Marzuki itu untuk kepentingan kampanye Prabowo-Sandi.
"Ya sudah kalau memang yang punya lagu komplain karena dinyanyiin emak-emak, sudah minta maaf dan sudah tidak pakai lagunya," kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/1).
Dia mengaku tidak mengetahui pihak yang mengubah lagu tersebut. Hanya saja, Andre mengimbau relawan atau pendukung lebih berhati-hati dalam menggunakan karya orang lain untuk mengekspresikan dukungan ke Prabowo-Sandi.
"Lebih berhati-hati lagi ke depan minta maaf, sudah jiplak lagunya," ujarnya.
Andra berharap, Kill The DJ tidak perlu melaporkan pendukung Prabowo yang telah mengubah lirik lagu miliknya. Dia meminta agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.
"Enggak usah lah Kill The DJ tidak usah laporkan teman-teman mengubah lagu itu," tandas dia.
Sebelumnya, Kill The DJ berencana melaporkan timses Prabowo- Sandiaga Uno ke Polda DIY, Selasa (15/1). Pelaporan ini terkait penggunaan lagu berjudul Jogja Istimewa untuk kampanye pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno oleh Emak-emak di Yogyakarta.
Personel Jogja Hiphop Foundation ini akan melaporkan timses karena memakai karyanya tanpa izin. Terlebih lagi lagu itu diubah liriknya menjadi pro Prabowo-Sandiaga Uno.
Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra membenarkan jika Marzuki akan melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY. Pelaporan ini akan dilakukan pada Selasa (15/1).
"Akan dilaporkan ke Polda DIY. Nanti Juki (Marzuki) sendiri yang akan melaporkan. Nanti kami akan dampingi. Nanti sekitar jam 14.30 WIB. Karena kami punya keterkaitan historis dengan lagu itu," ujar Hasto saat dihubungi.