PDI Perjuangan melakukan safari kebangsaan bertemu para nelayan di Pantai Babakan, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (24/11). Selepas meninjau pelelangan ikan, rombongan yang dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto itu menyempatkan makan di sebuah warung.
Hasto, ditemani Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, makan siang di warung nasi tak jauh dari pelelangan ikan. Ketiga elite PDIP itu makan tak habis sampai Rp 50.000.
"Saya makan sayur kangkung sama telur ceplok, tanpa nasi, cuma Rp 5.000," kata Hasto seraya melahap makan siangnya, Minggu (25/11).
Djarot menyantap menu berbeda dengan Hasto. Mantan gubernur DKI Jakarta itu makan nasi, sayur pakis, sepotong ikan pindang gunung dan ditambah telur ceplok.
"Ini cuma habis Rp 15.000. Ini sudah sama tempe mendoan yang tipis, meski tidak setipis ATM," kata Djarot disambut tawa. Ucapannya itu menyindir pernyataan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno soal tempe.
Bupati Jeje mengambil lauk ikan pindang gunung dan telur ceplok tanpa ditemani nasi.
"Ini habis Rp 10.000," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran itu.
Total uang yang mereka bayarkan hanya Rp 30.000. Para kader lainnya pun sempat mengemil tempe mendoan dan gorengan lain. Total semuanya tak melebihi Rp 50.000.
"Jadi bisa lihat sendiri kan Rp 50.000 sudah bisa buat makan banyak orang," kata Hasto disambut tawa warga setempat.
Makan siang elite PDIP itu sekaligus membantah pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto. Putri Presiden RI kedua itu sebelumnya bilang dengan duit Rp 50.000 sulit dapat apapun kala ini.