PDIP Jateng: Foto Jokowi Bermahkota untuk Jatuhkan Citra Capres PDIP

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto menegaskan, poster Jokowi memakai mahkota yang tersebar di sejumlah daerah di Jateng untuk men-downgrade pasangan Jokowi-Ma'ruf. Tim tengah bekerja untuk menelusuri siapa dalang penyebar foto itu.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
PDIP Jateng: Foto Jokowi Bermahkota untuk Jatuhkan Citra Capres PDIP
Blusukan ke pasar jokowi belanja sayur. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto menegaskan, poster Jokowi memakai mahkota yang tersebar di sejumlah daerah di Jateng untuk men-downgrade pasangan Jokowi-Ma'ruf. Tim tengah bekerja untuk menelusuri siapa dalang penyebar foto itu.

Bambang mengatakan, rontek alias poster itu tidak diterbitkan oleh PDIP maupun pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Dia pun kaget ada logo PDIP di poster itu.

"Jadi ya kita copotin saja, kita simpan di kantor partai, kalau yang punya rontek mau ambil ya silakan datang ke kantor partai kita," tegas Bambang kepada merdeka.com, Senin (12/11).

Foto Jokowi Raja ©2018 Merdeka.com/Eko Nugroho


Dia melihat poster itu sengaja dipasang sebagai strategi mengalahkan Capres PDIP Jokowi yang juga diusung oleh Golkar, NasDem, PKB, PPP dan Hanura. Sebab, foto itu dipasang tanpa koordinasi dengan tim kampanye. Terlebih, dalam foto itu, Jokowi tampak pakai mahkota bak seorang raja.

"Menurut kami itu teknik kampanye down grade bagi capres kami. Di era demokrasi mana ada raja (capres kami dikasih mahkota), semua melalui election (pemilihan)," kata Bambang.

Poster tersebut tersebar di sejumlah titik. Termasuk di kawasan Banyumas, Tegal dan Purwokerto marak terpampang poster tersebut.

instruksi PDIP copot poster jokowi bermahkota ©2018 Merdeka.com/istimewa


Bambang telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kader PDIP di Jateng untuk mencopot poster tersebut.

"Pemasangan gambar tersebut tidak pernah berkoodinasi dan seijin Partai. Terindikasi gambar tersebut dipasang oleh lawan politik untuk menjatuhkan citra bagi Calon Presiden dari PDI Perjuangan," jelas Bambang.

Rekomendasi