Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno meminta pemerintah hemat dalam menggunakan anggaran. Terlebih pelemahan rupiah kian memprihatinkan.
Pernyataan Sandiaga itu terkait dengan perhelatan World Bank dan IMF di Bali. Sebagai tuan rumah, Indonesia menyiapkan dana sekitar Rp 855,5 miliar dan sudah disepakati bersama DPR sejak awal 2017. Menurut Sandi, penghematan perlu dilakukan mengingat saat ini Indonesia tengah dilanda sejumlah bencana. Seperti di Lombok, Palu, dan Donggala.
"Saya rasa tidak perlu sampai batal, ya, tetapi cobalah untuk berhemat. Acara seperti itu bisa tetap dilangsungkan dengan cara sederhana. Misalnya, jamuan makanannya disederhanakan," kata Sandiaga usai mengunjungi Ponpes Nurul Jadi, Probolinggo, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Sabtu (6/10).
Menurutnya, acara rapat World Bank dan IMF bisa dilaksanakan dengan konsep sederhana. Semisal makanan dari nasi ulam.
"Saya rasa para peserta pertemuan juga akan mengerti kesederhanaan ini karena kita masih prihatin dengan bencana Lombok, Palu, Donggala, dan Gunung Soputan," katanya.
Mantan Wagub DKI ini juga meminta pemerintah menyetop keran impor barang kebutuhan pokok yang bisa diproduksi di dalam negeri.
"Impor hanya menguntungkan segelintir orang. Harus diberi insentif kepada pelaku usaha ekspor," katanya.