Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, tak memaksakan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadikan calon wakil presiden. Hal ini disampaikannya saat bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto Rabu 24 Juli 2018.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menduga hal ini dikarenakan kesempatan AHY maju sebagai Cawapres, bisa terganjal undang-undang. Khususnya mengenai syarat usia bagi Capres dan Cawapres.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 169 huruf q tentang Persyaratan Capres dan Cawapres, disebutkan berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun.
Diketahui, putra pertama SBY itu lahir pada tanggal 10 Agustus 1978. Artinya, umur AHY sampai sekarang masih 39 tahun dan baru berumur 40 tahun 10 Agustus 2018 mendatang. Sedangkan pendaftaran Capres-Cawapres dibuka 4 Agustus dan ditutup 10 Agustus 2018.
"Itulah mengapa barangkali Pak SBY mengatakan tidak harus Pak AHY," ucap Hidayat di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (27/7).
Karena itu, masih kata dia, jika nantinya membahas soal Capres dan Cawapres dengan Demokrat serta partai lain yang akan berkoalisi, pihaknya akan tetap mencoba menawarkan apa yang sudah menjadi keputusan Majelis Syuro PKS. Yakni, terkait 9 nama Capres-Cawapres yang telah disiapkan partainya.
"Kami harus menawarkan itulah keputusan Majelis Syuro. Dan kami harus perjuangan untuk Majelis Syuro, itu prinsip. Berikutnya tentang bagaimana melihat realita yang ada di tengah lapangan, tentu kami juga bisa bersikap realistis. Karena kami semua punya pengalaman bagaimana mengelola Pilgub di DKI, dinamika terakhirnya dan dengan menghadirkan Pak Anies dan itu menghadirkan kemenangan," jelas Hidayat.
Sebelumnya, SBY membantah telah meminta AHY diusung menjadi cawapres, sebagai syarat Demokrat mau berkoalisi.
"Bagi Partai Demokrat, cawapres bukan harga mati. Yang penting kalau kita berkoalisi, pasangan capres-cawapres yang paling tepat dan baik, yang rakyat yakin bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," tegas SBY.
Hal yang sama juga dikatakan Prabowo Subianto. Dia mengatakan SBY tidak memberikan harga mati bahwa putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus menjadi cawapres. SBY hanya meminta agar mencari calon yang terbaik.
"Apakah Pak SBY memberi suatu permintaan harga mati bagi AHY? Saya katakan di sini secara tegas, Pak SBY tidak meminta AHY sebagai cawapres sebagai harga mati," jelas Prabowo.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com