SBY klaim Jokowi selalu ajak Demokrat gabung pemerintah sejak 2014

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini baik-baik saja. Bahkan SBY mengaku enam bulan belakangan menjalin komunikasi yang intensif dengan Jokowi.

Muhammad Genantan Saputra
SBY klaim Jokowi selalu ajak Demokrat gabung pemerintah sejak 2014
Pertemuan SBY dan Zulkifli Hasan. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini baik-baik saja. Bahkan SBY mengaku enam bulan belakangan menjalin komunikasi yang intensif dengan Jokowi.

SBY menjelaskan hubungan baiknya dengan Jokowi sudah terjalin sejak 2014. Saat itu Jokowi baru saja terpilih menjadi Presiden. Jokowi saat itu menawarkan kepada SBY agar Partai Demokrat masuk koalisi pendukungnya di pemerintahan.

"Saya jawab barangkali tidak tepat bapak karena di pilpres (2014) Demokrat tidak mengusung pak Jokowi maupung Prabowo. Waktu itu Demokrat membuat konvensi capres tapi tidak berhasil lalu kami putuskan tidak mengusung capres. Rasanya pak Jokowi kalau kami ada di dalam (pemerintahan) tidak tepat," kata SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7).

Kemudian pada 2015, SBY mengaku sempat menemui Jokowi di Istana. Saat itu SBY mengundang Jokowi untuk hadir di acara organisasi yang dipimpinnya Global Green Growth Institute (GGGI). Dalam pertemuan itu, Jokowi kembali menawarkan Demokrat untuk bergabung.

"Jawaban saya masih sama. Kemudian terus berlangsung hingga teman-teman ingat ada aksi damai 411 dan 212, saya banyak difitnah macam-macam dan saya datang ke Istana untuk klarifikasi ke Pak Jokowi. Setelah itulah sebetulnya pertemuan sering kami lakukan semangatnya jadi kalau memang cocok Demokrat bisa mengusung beliau di 2019 dengan harapan kalau beliau ditakdirkan Allah terpilih kembali dan Demokrat ada di dalam kita bisa berkontribusi, dan itu terus berlangsung hingga Mei, 2 (pertemuan) di Istana negara dan 2 di Istana Bogor. Semangatnya baik. Saya mengetahui pak Jokowi sungguh-sungguh mengajak Demokrat koalisi di pemerintahan. Kalau ada yang bilang SBY kena PHP, tidak. Pak Jokowi sungguh-sungguh ajak kami ke dalam," katanya.

SBY mengaku Jokowi memastikan parpol koalisinya akan menerima jika Demokrat masuk ke dalam koalisi. Saat itu SBY berpikir soal hubungannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang belum pulih dan memiliki jarak. Namun karena Jokowi yang mengajak SBY tak masalah.

"Tapi kalau pak Jokowi ajak ke dalam why not," katanya.

Rekomendasi