Survei LSI Denny JA sebut elektabilitas Emil-UU & Deddy-Dedi turun jelang pencoblosan

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) jelang pencoblosan Pilgub Jawa Barat mengalami tren penurunan. Meski demikian, kedua pasangan calon tersebut masih menjadi kandidat paling kuat di Pilgub Jabar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Survei LSI Denny JA sebut elektabilitas Emil-UU & Deddy-Dedi turun jelang pencoblosan
Debat Pilgub Jabar. ©2018 Merdeka.com

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) jelang pencoblosan Pilgub Jawa Barat mengalami tren penurunan. Meski demikian, kedua pasangan calon tersebut masih menjadi kandidat paling kuat di Pilgub Jabar.

Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia Network Denny JA pada Juni 2018, pasangan Rindu memperoleh elektabilitas sebesar 38,3 persen, sementara Deddy-Dedi 36,2 persen.

Tingkat elektabilitas itu menurun dibandingkan hasil survei pada Maret 2018, Rindu berada di peringkat dua dengan 39,3 persen, sedangkan Deddy-Dedi 43,2 persen.

Direktur Eksekutif LSI Denny JA, Toto Izul Fatah mengatakan bahwa survei terbaru dilakukan pada 7-14 Juni 2018 menggunakan metode multi stage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 440 orang dan margin of error sebesar 4,8 persen.

"Dua pasangan calon ini memang trennya menurun, tapi mereka masih berkejaran," kata Toto saat ditemui usai merilis survei di kawasan Jalan Citarum, Kota Bandung, Kamis (21/6).

Toto mengaku tidak melakukan penelitian kuantitatif mengenai penurunan elektabilitas dua pasangan tersebut. Namun, dia menduga penyebabnya adalah kampanye hitam yang menyerang mereka.

"Saya menduga penyebabnya karena negatif campaign yang berseliweran di media sosial. Tapi saya tidak bisa berkomentar lebih jauh tentang negatif campaign-nya," terangnya.

Lebih jauh, Toto mengungkapkan bahwa kedua paslon punya peluang menang yang sama dalam Pilgub Jabar. Syaratnya, mereka harus pintar merebut soft supporter (pemilih yang belum menentukan pilihan) yang angkanya masih tinggi.

"Mereka harus pintar merebut soft supporter sebanyak 39 persen di sisa waktu yang ada," ucapnya.

"Meski ada penurunan elektabilitas, sejauh ini, pasangan Rindu dan Deddy-Dedi ini yang paling berpeluang menang, jika tidak ada tsunami politik," katanya.

Rekomendasi