Serap tenaga kerja, Sudirman janjikan 5.000 lapangan kerja, Ganjar tumbuhkan UMKM

Kedua pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah ditanyakan strategi serap tenaga kerja mengingatkan pengangguran berada di angka 4,75 persen seperti data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Serap tenaga kerja, Sudirman janjikan 5.000 lapangan kerja, Ganjar tumbuhkan UMKM
Debat publik perdana Pilgub Jateng. ©2018 Merdeka.com

Debat putaran dua Pemilihan Gubernur Jawa Tengah kembali digelar. Kedua pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah ditanyakan strategi serap tenaga kerja mengingatkan pengangguran berada di angka 4,75 persen seperti data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017.

Calon gubernur nomor urut dua, Sudirman Said, menjanjikan 5.000 lapangan kerja jika dirinya bersama Ida Fauziyah terpilih,

"Ada yang tanya, banyak sekali. Ya memang, karena mereka yang bekerja menganggur, mereka hanya kerja 10 jam seminggu, itu namanya kepepet," kata Sudirman, di di Ballroom Hotel Best Western Premier, Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (3/5) malam.

Cara paling efektif menciptakan ribuan lapangan kerja itu, kata Sudirman, dengan menumbuhkan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

"Keberadaan UMK dipastikan membuat serapan tenaga kerja lebih cepat. Cara lain, memperbaiki anggaran sektor tenaga kerja. Selain itu, melakukan pelatihan, bekerja sama dengan perguruan tinggi, kemudian menyediakan dukungan dari ujung ke ujung. Dari modal, sampai perlindungan usaha mereka," sambungnya.

Sementara cagub petahana, Ganjar Pranowo, juga menjanjikan banyak lapangan kerja dengan cara mengundang investor, mengembangkan UMKM serta melakukan pendampingan. Selain itu, mempermudah pelayanan izin investasi, murah mudah dan cepat.

"Kenapa kita undang investor, karena Jateng memiliki Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan diharapkan membuka lapangan kerja," kata Ganjar.

"Sedangkan untuk UMKM kita konsen pada UMKM Mikro dan kecil, kita dorong mereka hidup mandi, kita berdayakan agar mereka bisa hidup. Karena kita yakin usaha mikro yang tumbuh akan menyerap tenaga kerja. Kemudian memberikan akses permodalan dengan suku bunga terendah, memberikan pendampingan lewat perguruan tinggi, kita dorong buka lapangan kerja," tegas Ganjar.

Rekomendasi