Politisi Gerindra ke Jokowi: Apakah racun kalajengking bisa buat bayar utang negara?

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menilai pernyataan Jokowi tentang racun Kalajengking di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 tidak relevan dengan tema acara. Sebab acara tersebut digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019.

Muhammad Genantan Saputra
Politisi Gerindra ke Jokowi: Apakah racun kalajengking bisa buat bayar utang negara?
Presiden Jokowi berjaket Asian Games. ©2018 Merdeka.com

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menilai pernyataan Jokowi tentang racun Kalajengking di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 tidak relevan dengan tema acara. Sebab acara tersebut digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019.

"Bagi kami tentu kurang pas dilakukan di Forum Musrenbang yang seharusnya menyusun rencana pembangunan nasional ke depan," kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Kamis (3/5).

Namun, jika hal tersebut disampaikan sesuai tema acara, Andre meminta Jokowi membuktikan apabila hal ini merupakan rencana atau kebijakan Presiden untuk membuka 10 juta lapangan pekerjaan dengan cara mengajak masyarakat mencari racun Kalajengking.

"Coba ditanyakan ke pak Presiden, apakah betul ini bagian dari kebijakan membuka 10 juta lapangan pekerjaan sesuai janji kampanye atau tidak. Karena yang tahu kan Presiden. Kalau memang seandainya benar, tolong ditanyakan kapan diadakan pelatihan mencari racun kalajengking tersebut. Karena pidato soal racun kalajengking disampaikan dalam Forum Musrenbang yang membahas rencana pembangunan dan nasional," tuturnya.

Lanjutnya, Andre juga mempertanyakan apakah racun Kalajengking yang berharga Rp 145 miliar per liter tersebut akan digunakan untuk melunaskan utang negara atau pendapatan APBN.

"Tolong tanyakan juga ke pak Presiden apakah dengan potensi racun kalajengking akan dipergunakan juga untuk menambah pendapatan negara, untuk membantu pembayaran utang negara?," tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2018 pagi ini. Acara tersebut digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019.

Namun ada hal menarik yang dikatakan Jokowi saat membuka musyawarah tersebut. Di awal sambutannya, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini membocorkan komoditas yang paling mahal di dunia saat ini.

Kepada para kepala daerah yang hadir dalam Musrembangnas tersebut, Jokowi memaparkan, saat ini emas tidak lagi menjadi komoditas paling maha di dunia.

"Sekarang saya mau tanya. Apa komoditas yang paling mahal di dunia? Pasti jawabnya emas. Bukan emas. Ada fakta menarik yang saya dapat dari info yang saya baca," ujar dia di acara Musrembangnas, Jakarta, Senin (30/4).

Jokowi menyebut, racun kalajengking justru punya harga lebih mahal ketimbang emas. Sebab harganya bisa mencapai Rp 145 miliar per liter.

Sambil bercanda Jokowi menyatakan, jika ingin kaya maka bisa jualan racun kalajengking tersebut. "Yang paling mahal racun dari kalajengking, harganya USD 10,5 juta per liter atau Rp 145 miliar per liter. Jadi Pak Bupati, Pak Walikota, kalau mau kaya cari racun kalajengking," kata dia.

Sementara, komoditas yang paling mahal di dunia saat ini lanjut Jokowi adalah kalifornium 252. Kalifornium merupakan zat kimia yang digunakan dalam reaktor nuklir atau di sektor pertambangan.

"Yang super mahal itu kalifornium 252. Saat ini harganya USD 27 juta per gram, kurang lebih USD 375 miliar per gram. Saya juga tidak ngerti barangnya seperti apa," tandas dia.

Rekomendasi