Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Faiz membeberkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang cocok untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Kriteria ini ia anggap penting untuk penegakan demokrasi Indonesia.
"ICW melihat ada tiga syarat cawapres buat Jokowi. Hari ini muncul cawapres baiknya menunjuk ekonom, beliau sudah menjalankan roda ekonomi yang tepat seharusnya tidak lagi (cawapres dari golongan ekonom)," kata Donal dalam diskusi bertajuk Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Antikorupsi dan Demokrasi, di Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).
Kriteria pertama adalah sosok yang bersih dan negarawan. Sebab, kata dia, tidak mungkin mantan Gubernur DKI Jakarta itu didampingi oleh sosok yang memiliki masalah hukum kontroversial di masa lalu.
"Sejumlah kandidat yang mendeklarasikan cawapres punya beban masa lalu yang tidak tuntas ini alat sandra, justru alat sandra di pemerintahan ke depan," ungkapnya.
Selanjutnya, cawapres Jokowi juga harus memiliki visi misi penegakan hukum dan demokrasi yang kuat dan konsisten. Hal itu guna memperkuat organ dan regulasi lembaga demokrasi.
"Visi untuk memperkuat organ-organ dan regulasi lembaga demokrasi atau hukum yang ada. Serta memperbaiki berbagai ketimpangan regulasi yang masih dihadapi," ungkapnya.
Kriteria cawapres terakhir adalah sosok yang berani melawan mafia hukum dan bisnis.
"Ketiga orang berani melawan mafia hukum dan bisnis saat isu hukum terpinggirkan muncul mafia hukum karena engga ada orang yang mengawali itu," tandasnya.