Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan penambahan kursi pimpinan DPR dan MPR dapat menjadi penyeimbang bagi pimpinan yang ada saat ini. Sebab, menurutnya, selama ini suasana pimpinan DPR selama ini lebih banyak 'individual center'.
"Mudah-mudahan suasana pimpinan yang selama ini sangat oposan, sehingga banyak 'individual center' itu, ya mulai bekerja untuk kepentingan kelembagaan kalau sudah 'balance' di dalam pimpinan," kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP ini di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (8/2).
Menurutnya, dengan adanya kursi tambahan buat PDIP, maka diharapkan kepemimpinan DPR dan MPR dapat berimbang. Dia juga berharap dengan adanya perwakilan PDIP, pimpinan DPR MPR tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah.
"Kalau sudah 'balance' dalam pimpinan ini ada Golkar ada PDI perjuangan dapat mengimbangi Mas Fahri, Fadli Zon. Silakan kritik keras namun ada pimpinan yang menjalankan lagi dan indah konkret untuk kinerja kelembagaan jadi enggak apa-apa silakan keras namun harus ada yang menjalani. Kalau kemarin kan kurang orang jadi fokus di satu saja," katanya.
Sementara soal siapa kader PDIP yang bakal duduk di kursi pimpinan DPR MPR, Eva mengaku tak mengetahuinya. Meski demikian dia menyebut kemungkinan buat pimpinan MPR, partai bakal menunjuk Ahmad Basarah.
"Mas Basarah kayaknya ke MPR. DPR-nya aku enggak tahu," katanya.
Dengan adanya revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, terdapat kesepakatan perubahan jumlah pimpinan DPR menjadi enam orang dan pimpinan MPR menjadi delapan orang.
PDI Perjuangan, selaku partai pemenang Pemilu 2014, selama ini tidak mendapat jatah kursi pimpinan di DPR dan MPR. Dengan ada revisi tersebut, PDI Perjuangan dipastikan akan mendapatkan jatah, satu kursi di DPR dan satu kursi di MPR.